Menggapai Asa

 Menggapai Asa 


Bersemayamlah dibalik daun yang kering

Pucat pasi asa melambai

Angin berucap, hujan menerpa

Bertelungkup pilu hadirkan iba

Mengaduh tanpa mengaca

Terdiam tanpa usaha

Jangan salahkan takdir

Salahkan caramu bertindak

Singgah tanpa berfikir

Berlindung tanpa pelindung

Berusaha memang tugas manusia

Namun jangan mengutuk diri

 Pada  setiap kegagalan yang menghampiri

Singgahlah 

Sembari memikirkan langkah 

Dengan mengaca pada dulu yang salah

Ingatlah

Mimpi  tidak akan singgah dengan langkah

Sembari berlambai dan menyapa

 Oh.. mimpi datanglah.....

Share:

Upaya Penerapan Manajemen Recycle System Guna Meminimalisir Pembuangan Bahan Pangan Alami

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Food waste merupakan suatu limbah yang dihasilkan dari makanan yang layak untuk dikonsumsi namun mengalami pembuangan baik sebelum maupun sesudah tanggal kadaluarsa. Menurut Food and Agriculture Organization (2017) menyatakan bahwa sepertiga dari makanan yang diproduksi setiap tahunnya merupakan food waste. Di indonesia tercatat sebanyak 300 kg per orang menghasilkan food waste dalam waktu satu tahun, hal ini menjadikan indonesia menjadi negara penghasil food waste  terbesar kedua setelah Arab Saudi. Manajemen recycle sistem dilakukan untuk mengurangi tingkat pembuangan pada bahan alami. Bahan alami yang sering terbuang sia-sia di restoran adalah sayur. Sayur sering terbuang karena kebanyakan sayur di restoran hanya digunakan sebagai garnish pada hidangan yang tergolong makanan berat. Sayur yang terbuang menjadi limbah pangan di lingkungan masyarakat. Limbah yang tidak diolah dan tidak dimanfaatkan dengan baik dalam jangka waktu yang panjang akan menjadi tumpukan sampah yang pada akhirnya menjadi sarang penyakit bagi lingkungan sekitar. Recycle system merupakan upaya mengolah kembali atau mendaur ulang limbah yang terbuang sia-sia menjadi suatu produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan guna mengurangi tingkat pembuangan limbah yang dapat menjadi sarang penyakit bagi masyarakat jika tidak diolah dengan baik dan benar. 

1.2 Rumusan Masalah

Banyaknya limbah bahan alami yang di hasilkan dari restoran yang tidak tertangani dengan baik sehingga dalam waktu jangka panjang menimbulkan penyakit di lingkungan masyarakat sekitar.

1.3 Tujuan

Penerapan manajemen recycle system untuk mengurangi tingkat pembuangan limbah sayur yang dihasilkan oleh restoran-restoran besar yang diolah menjadi pupuk organik. Produk pupuk yang dihasilkan dapat digunakan pada bidang pertanian sehingga dapat menambah perekonomian masyarakat sekitar.

BAB 2. ISI / PEMBAHASAN

2.1 Food Waste 

Pangan merupakan kebutuhan essensial yang pemenuhannya berkaitan dengan ketahanan pangan. Pemenuhan hak atas pangan tertuang dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 melalui penyelenggaraan pangan dan penguatan sistem panganyang bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Penyempurnaan definisi ketahanan pangan yang baru (UU No. 18 Tahun 2012) bahwa ketahanan pangan diatur mulai negara sampai dengan perseorangan, aspek gizi lebih mendapat porsi pengaturan yang cukup, dan perlunya aspek keamanan pangan rohani, dengan menambahkan frasa: ”tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat” (Jayanti & Firdaus, 2019).

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan indeks ke-laparan yangmasih berada di level serius (International Food Policy Research Institute, 2017). Namun ironisnya, jumlah food waste di Indonesia mencapai 300 kilogram sampah makanan per orang setiap tahun, dengan ini Indonesia menduduki peringkat ke-2 di dunia dalam jumlah food waste (Kementerian Pertanian, 2019). Angka sebesar itu sebenarnya bisa memenuhi kebutuhuhan pangan bagi 28 juta orang yang masih membutuhkannya (Tamara dkk., 2020). Berdasarkan pe-nelusuran informasi dan data jumlah food waste di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya sampai saat ini belum adanya data yang merilis terkait jumlah food waste dari Badan Ketahanan Pangan Jawa Timur, BPS, Dinas Lingkungan Hidup, maupun dinas terkait. Oleh karena itu penelitian inimenarik untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan membuktikan dan menganalisis fenomena food waste di Surabaya, perilaku makan konsumen di restoran mitra Garda Pangan mengakibatkan food waste, upaya pemilik restoran dan rekomendasi bagi pemerintah dalam menyikapi food waste.

Menurut FAO (2015), dalam Siaputra, et al. (2019) mengatakan,  food waste merupakan makanan sisa yang akhirnya terbuang karena tidak dapat terkonsumsi dan atau merupakan bahan makanan yang terbuang dikarenakan adanya kelalaian ketika proses produksi, pengolahan, dan distribusi. Food waste dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, ber-dasarkan waktu dan tingkat kemungkinannya. Ber-dasarkan waktunya, food waste dikategorikan men-jadi 3 macam (Legrand, 2017), yakni: 

a. Pre-consumer waste 

Didefinisikan sebagai semua trimming, spoiled food, dan produk lain dalam kitchen yang akhirnya dibuang sebelum selesai diolah menjadi menu item yang akan dikonsumsi. 

b. Post-consumer waste 

Sampah yang tersisa pada saat konsumen telah mengkonsumsi makanan. 

c. Packaging waste and operation supplies 

Terutama dalam bentuk plastik yang tidak dapat terdekomposi dengan alami. Operating supplies merupakan semua bahan yang digunakan dan menjadi waste dalam operasi food service, seperti minyak goreng dan lampu.

2.2 Cara Pencegahan Food Waste

Cara pencegahan food waste yang palin efektif adalah dengan melakukan recycle. Recycle atau daur ulang adalah proses pengumpulan dan pemrosesan bahan yang seharusnya dibuang sebagai limbah dan mengubahnya menjadi produk baru. Recycle termasuk salah satu dari tiga langkah pengolahan limbah yaitu reduce, reuse, dan recycle. Recycle adalah komponen kunci dari pengurangan limbah modern. Produksi limbah bisa ditekan dengan upaya recycle ini. Recycle bertujuan untuk kelestarian lingkungan. Hasil dari recycle juga bisa berguna bagi kehidupan sehari-hari. Recycle mencegah emisi banyak gas rumah kaca dan polutan air, serta menghemat energi. Menggunakan bahan yang didaur ulang menghasilkan lebih sedikit limbah padat. Sebelum membuang sesuatu, pikirkan apakah semua atau sebagian darinya dapat didaur ulang (Sendari, 2020).

Banyak sekali sisan atau sampah makanan yang bisa kita daur ulang. Contohnya adalah kulit pisang, kulit pisang kerap kali dibuang begitu saja oleh masyarakat padahal, kulit pisang mempunyai banyak manfaat dan bisa mendatangkan banyak sekali rezeki. Tidak hanya itu, bonggol jagung yang tidak hanya dianggap sebagai sampah sisa makanan karena juga memiliki segudang manfaat yang didapat dari bonggol jagung (Corteva, 2019).

1. Menjadi Sumber Pakan Ternak

Pengolahan bonggol jagung menjadi pakan ternak pertama kali dikembangkan oleh Jepang. Jepang mengolah bonggol jagung sebagai bahan makanan organik untuk sapi, kambing dan unggas. Bagian yang diambil dari bonggol jagung adalah tepung kering yang didapatkan dari proses penggilingan bonggol jagung kering. Tepung kering yang disebut dengan nama concobu ini mengandung berbagai jenis asam amino, karbohidrat komplek, protein dan mineral seperti zat besi, mangan, kalsium dan jenis lain. Sumber nutrisi ini sangat penting untuk melancarkan penyerapkan nutrisi dalam pencernaan hewan. Proses ini sekarang banyak dikembangkan oleh beberapa ahli dan masyarakat di Indonesia.

2. Sumber Bahan Kue atau Kuliner

Di Inggris bonggol jagung dimanfaatkan untuk sumber kuliner. Pada dasarnya bonggol jagung manis tidak dibuang. Ibu rumah tangga di sana biasanya akan menghaluskan bonggol jagung yang masih segar dengan mesin penggiling. Setelah itu hasil penggilingan akan direndam dengan air dingin. Setelah beberapa jam maka diperoleh pati khusus yang mengendap. Pati ini memiliki rasa manis dan menyegarkan. pati akan dimanfaatkan untuk membuat campuran kue, pudding atau es krim. Bahkan beberapa orang biasanya memakai pati untuk membuat bahan sup yang baik untuk diet.

3. Pengganti Bahan Plastik

Pengembangan bahan plastik dari bonggol jagung memang masih sangat terbatas. Pada dasarnya bonggol jagung banyak mengandung bahan selulosa yang bermanfaat untuk membuat senyawa kimia pada bahan plastik. Dalam bonggol jagung banyak mengandung beberapa senyawa selulosa yang bisa mengikat kimia plasti dengan baik. Ide untuk menggantikan bahan selulosa plastik dengan bonggol jagung sangat baik karena bisa menjadi bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan.

4. Bahan Kerajinan

bonggol jagungKerajinan dari bonggol jagung menjadi salah satu kerajinan asal Indonesia yang menarik bagi beberapa negara. Bongol jagung bisa dibentuk menjadi kerajinan yang sangat unik dan menarik. Beberapa pengrajin mengolah bonggol jagung menjadi kap lampu hias, hiasan untuk ruang tamu dan berbagai jenis kerajinan lain. Potensi kerajinan dari bonggol jagung bahkan sudah banyak disukai oleh beberapa negara lain seperti Perancis, Inggris dan Eropa.

5. Bahan Pembakar

Memakai kayu bakar dari bonggol jagung adalah salah satu manfaat yang sangat umum. Proses ini bisa menurunkan kebutuhan energi lain seperti gas atau minyak tanah. Biasanya masyakarat yang memiliki hasil pertanian jagung akan menggunakan bonggol jagung sebagai pengganti kayu bakar. Bonggol jagung yang sudah dikeringkan bisa menghasilkan panas yang maksimal.

6. Alternatif Pengganti Bahan Bakar Gas

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa pakar ilmu pengetahuan, ternyata bonggol jagung bisa menjadi pengganti bahan bakar pengganti gas. Bonggol jagung akan dikeringkan agar bisa menghasilkan zat panas dan uap. Setelah itu uap akan dilewatkan ke sebuah perangkat yang menyaring uap cair dari sisa pembakaran. Uap cair bisa menjadi bahan energi khusus yang sangat baik terhadap lingkungan dan tidak menimbulkan efek samping.

7. Meningkatkan Ekonomi

Bonggol jagung bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk sebagai benda kerajinan atau produk lain yang bermanfaat. Langkah ini membuat beberapa orang yang memang mengolah bonggol jagung mendapatkan manfaat ekonomi dan keuangan. Kerajinan bisa dijual hingga pasar skala ekspor. Sementara petani bisa meningkatkan penghasilan karena bonggol jagung tidak hanya menjadi sampah atau bahan bakar pengganti kayu saja.

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

Pangan merupakan kebutuhan essensial yang pemenuhannya berkaitan dengan ketahanan pangan. food waste merupakan makanan sisa yang akhirnya terbuang karena tidak dapat terkonsumsi dan atau merupakan bahan makanan yang terbuang dikarenakan adanya kelalaian ketika proses produksi, pengolahan, dan distribusi. Cara Pencegahan food waste yang paling efektif adalah dengan melakukan recycle yaitu proses pengumpulan dan pemrosesan bahan yang seharusnya dibuang sebagai limbah dan mengubahnya menjadi produk baru. Menggunakan bahan yang didaur ulang menghasilkan lebih sedikit limbah padat. Banyak sekali sisan atau sampah makanan yang bisa kita daur ulang. Tidak hanya itu, bonggol jagung yang tidak hanya dianggap sebagai sampah sisa makanan karena juga memiliki segudang manfaat yang didapat dari bonggol jagung seperti menjadi sumber pakan ternak, sumber bahan kue atau kuliner, meningkatkan ekonomi bonggol jagung bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk sebagai benda kerajinan .

3.2 Saran

Dilihat dari keseluruhan pemaparan, urgensi essay ini dibentuk dalam mewujudkan mimpi sebagai upaya pengurangan limbah pangan alami dengan memperhatikan aspek gizi dengan pengaturan yang cukup, dan perlunya aspek keamanan pangan rohani, dengan menambahkan frasa: "tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat menjadikan management recyle sebagai solusi utaman penanganan limbah pangan. Terlebih upaya tersebut, kedepan diharapkan mampu mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjalankan kegiatan mahasiswa yang berkualitas. 

DAFTAR PUSTAKA 

Siaputra. H. Christianti. N. Amanda. G. Analisis Implementasi Food Waste         Management Restoran”X” Surabaya. Jurnal Manajemen Perhotelan. Vol. 5:1-8.

Hidayat. S. I. Ardhany. H. Y. Nurhadi. E. Kajian Food Waste Untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Journal Trunojoyo. Vol.9: 171-182.

Kusminah. L. I Penyuluhan 4r (Reduce,Reuse, Recyle, Replace ) dan Kegunaan Bank Sampah Sebagai Langkah Menciptakan  Lingkungan yang Bersih dan ekonomis di Desa Mojowuku Kabupaten Mojokerto. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol.03: 22-28.

Athaillah.T Bagio. Y. Handayani. S. Pembuatan POC Limbah Sayur untuk Produksi Padi di Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia). Vol.4: 214-219.


Share:

Kemelut Negeri Palestine

Oleh : Riana (Divisi Pengembangan Organisasi)


Awal berlalu....

Bumi syam kembali berduka

Hiruk pikuk dunia tiada ujungnya

Gemuruh Rudal zionis menghujani bagai malapetaka

Menghanguskan gubuk-gubuk secara paksa

Malamnya bersuka cita, paginya telah tiada

Anak tak berdosa jadi korban murka

Tergolek tak berdaya bertahan dibawah reruntuhan rumahnya

dirampas, dibunuh dan ditindas hingga tak berdaya

Darah suci mengalir,  mengisakkan tangis tanpa pelipur lara

hanya menyisihkan seonggok daging tak bernyawa

kemarin... 

selayang pandang memenuhi seantero jagad raya

kemenangan gencatan senjata di bumi palestina

gema takbir bergemuruh diseluruh dunia

tangis bahagia berharap penistaan akan sirna

namun....

semuanya hanyalah fiktif  belaka

zionis masih berkelana menyergap dengan hebatnya

kejayaan Palestina hanya sekejap mata

disulap sedemikian rupa dalam satu putaran jam saja

langit, gunung dan seluruh alam pun merasa iba

bertahan pilihan terbaik meski nyawa taruhannya

semoga jihad mu mengantarkanmu ke syurga


Share:

PENAMBAHAN SAYUR BAYAM DALAM OLAHAN NUGGET TAHU GUNA MENINGKATKAN MINAT KONSUMSI MASYARAKAT

         Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sebanyak 95,5% masyarakat Indonesia di usia 5 tahun ke atas kurang dalam mengkonsumsi sayur ataupun buah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2020 konsumsi gabungan antara buah dan sayur masyarakat Indonesia sebesar  209,89 gram per kapita sehari. Hal ini dapat dikatakan bahwa masih jauh dari standar WHO dan Kemenkes yang menganjurkan konsumsi buah dan sayur sebesar 400 gram perhari, dengan 250 gram sayur dan 150 gram buah. Konsumsi sayur yang dianjurkan lebih banyak daripada konsumsi buah, namun masyarakat lebih sering mengabaikan konsumsi sayur. Bagian-bagian pada sayur dapat dikonsumsi dan memiliki asupan gizi berupa vitamin dan mineral.
Bayam (Amarantus spp) merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang dapat dikonsumsi serta kaya akan nutrisi. Bayam memiliki kandungan yang banyak bagi kesehatan yaitu protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amaratin, rutin, purin, dan vitamin A,B,C. Sayur dapat digunakan sebagai bahan tambahan olahan pangan, karena masyarakat lebih menyukai makanan olahan, terutama yang praktis dan instan. Makanan praktis yang sekarang sedang digemari oleh masyarakat adalah frozen food seperti nugget. Penyebab masyarakat kurang menyukai sayur adalah bosan dengan olahan sayur yang monoton, tidak menyukai rasa dari sayur, dan tidak terbiasa makan sayur (Olivia 2014).
Rohaya et al (2013) Nugget merupakan produk olahan daging yang direstrukrisasi dengan adonan dan pelapis untuk mempertahankan kualitas. Nugget umumnya berbahan dasar dari daging, ikan, udang, dan rajungan, serta beragam nugget yang banyak dijual dipasaran lainnya. Nugget sangat digemari oleh masyarakat, terutama anak-anak. Kali ini bahan dasar dari nugget diubah berasal dari tahu. Tahu merupakan olahan pangan yang terbuat dari kedelai dan memiliki sumber protein yang baik dalam menjaga kesehatan tubuh dan rendah kalori. Kandungan gizi dari tahu adalah kalsium, besi, megnesium, fosfor, seng, kalium, vitamin D dan B6. Tahu dapat menggantikan daging karena tahu juga memiliki protein yang berasal dari pangan nabati dan dapat menurunkan biaya produksi, sehingga harga nugget juga akan turun. Nugget tahu dengan tambahan sayur bayam diharapkan dapat meningkatkan minat konsumsi masyarakat terhadap sayuran dan juga tidak bosan dengan olahan sayur dan tahu yang monoton. Serta dapat menambah nilai gizi yang terdapat pada nugget tersebut (Khatimah 2018).
Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan  nugget tahu dengan tambahan sayur bayam adalah blender, loyang, talenan, panci kukusan, wajan, spatula, pisau, cawan plastik, minyak goreng, tahu, sayur bayam, daun seledri, tepung roti, tepung tapioka, gula, garam, lada dan bawang putih. Proses pembuatan nugget tahu dengan tambahan sayur bayam adalah sebagai berikut, pertama  yaitu menyiapkan alat dan bahan dan pemilihan bahan baku yang segar dan sesuai standar. Kedua, melakukan penimbangan terhadap bahan bakuagar sesuaidengan takaran. Ketiga, menghaluskan bahan baku seperti tahu dan sayur bayam. Keempat, mencampurkan seluruh bahan dan memastikan bahwa semuanya tercampur dengan rata. Kelima, mengukus adonan selama 30 menit dengan cara dimasukkan ke loyang terlebih dahulu, setelah matang adonan didiamkan selama 10 menit pada suhu ruang. Keenam, melakukan pemotongan terhadap adonan sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Ketujuh, melakukan pemaniran adonan dengan cara pencelupan adonan nugget yang sudah dipotong pada putih telur, kemudian mencelupkan kembali pada tepung roti. Kedelapan, melakukan proses pengemasan dengan cara mengemasanya pada plastik transparan lalu dimasukkan dalam freezer.
Nugget tahu dengan tambahan sayur merupakan jenis makanan frozen food yang dapat bertahan kurang lebih 3 bulan apabila disimpan dalam freezer, sehingga dapat memperpanjang masa simpan tahu dan bayam yang hanya dapat bertahan beberapa hari. Perlu diperhatikan juga bahan baku yang digunakan, karena seperti yang diketahui bahwa tahu dan sayur bayam memiliki kadar air yang cukup tinggi, sehingga hal tersebut dapat  berpengaruh kepada nugget yang akan dihasilkan nantinya. Karena kadar air dapat mempengaruhi cita rasa, kandungan protein, tekstur dan daya simpan. Maka dapat menyebabkan kualitas dari nugget akan menurun. Semua yang digunakan harus sesuai dengan takaran agar menghasilkan kualitas yang terbaik.
Pola kehidupan masyarakat yang berubah, menuntut untuk lebih praktis dan efisien dalam menghadapai kehidupan. Hal tersebut menjadikan masyarakat lebih menyukai konsumsi makanan yang instan. Nugget yang dijual dipasaran banyak dicari oleh masyarakat karena termasuk olahan frozen food yang praktis dan tinggal goreng. Adanya nugget tahu dengan tambahan sayur bayam dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap sayuran yang sekarang konsumsi masyarakat terhadap sayuran masih sangat rendah, dengan tidak mengubah kualitas dari nugget tersebut. Melihat sayur bayam dan tahu harganya lebih terjangkau dan mudah ditemui dimana saja, sehingga harga nugget ini akan lebih murah.

REFERENSI
Khatimah, N., Kadirman., Ratnawaty, F. 2018. Studi Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Tahu dengan Tambahan Sayuran. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 4(1): 59-68.
Rohaya, S., Nida, E. H. dan Khairul, B. 2013. Penggunaan Bahan Pengisi terhadap Mutu Nugget Vegetarian Berbahan Dasar Tahu dan Tempe. Jurnal Teknologi dan Hasil Pertanian. 5(1): 7-16.
Olivia, F. 2014. Keajaiban Antioksidan Bayam. Jakarta: PT Gramedia.
 
Share:

Sawut Instan Sebagai Makanan Tradisional Guna Meningkatkan Nilai Tambah Singkong


        Nilai ekonomi dari suatu produk tidak lagi ditentukan dari jenis bahan baku yang digunakan atau sistem produksinya. Tetapi, lebih mengarah pada pemanfaatan kreativitas dan inovasi suatu produk. Pengembangan industri sebaiknya dapat memanfaatkan bahan baku dalam negeri dan menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai tambah terutama produk yang siap saji, praktis dalam penyajiannya dan memperhatikan masalah mutu (Gisi et al 2013).

         Singkong adalah bahan hasil pertanian yang memiliki beberapa kandungan yang baik didalamnya. Kandungan tersebut antara lain kandungan kompleks, kandungan vitamin dan mineral yang lain. Singkong merupakan hasil pertanian yang jumlahnya berlimpah dan diperlukan alternatif lain didalamnya untuk menunjang ketahanan pangan (Rusdi 2020). 

        Nilai jual singkong umumnya tidak terlalu baik dipasaran. singkong terkadang hanya diolah menjadi singkong rebus atau singkong goreng dengan cara yang sangat sederhana.  Karena pengolahan yang sederhana menjadikan masyarakat bosan untuk mengkomsumsinya. Dengan mengolah singkong menjadi sawut menjadi inovasi untuk tetap mmepertahankan makanan tradisional. Sawut adalah hasil olahan makanan yang berasal dari singkong. Umumnya umur simpan sawut tidak lebih dari satu hari. Sehingga dengan kekurangan tersebut sawut diinovasi dengan dijadikan sawut instan melalui tahap pengeringan. 

Sumber: Budaya Indonesia org

      Pengolahan sawut instan diawali dengan pengupasan. Kemudian singkong dicuci dilanjutkan dengan pemotongan dan pengecilan ukuran dengan ukuran memanjang dan tipis. Selanjutnya ketela dicuci ulang untuk memastikan kebersihannya kemudian penirisan agar tidak banyak air yang tersisa pada bahan. Selanjutnya bahan dimasak selama kurang lebih 15 menit dengan suhu sekitar 100 C. Setelah melalui pemasakan pada suhu tinggi kemudian dikeringkan pada suhu tinggi juga yakni sekitar 140 C. Kemudian dilakukan pengemasan. 

        Sawut instan ini adalah solusi untuk mempertahankan pangan tradisional dengan tetap mengikuti perkembangan, yakni pengolahannya yang instan dan juga mudah dalam pemasakkannya. Sehingga dengan adanya sawut instan ini memudahkan millenial untuk tetap menyukai makanan  tradisional dengan cara yang mudah. 




REFERENSI 

Gisi, H,Y., Tri, R., Diana, P. 2013. Pengolahan Sawut Instan Ditinjau dari Perlakuan Pencucian serta Analisis Kelayakan Finansial. Jurnal REKA Agroindustri. 1(1):5-17. 

Rusdi., Zakiyah A. 2020. Penggolahan Hasil Pertanian guna Meningkatkan Nilai Jual “Kreasi Olahan Makanan Berbahan Singkong”. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2): 112-115

Share:

Paru-Paru Dunia Adalah Indonesia Untuk Kelestarian Hutan Di Era New Normal

 

Paru-Paru Dunia Adalah Indonesia

Untuk Kelestarian Hutan Di Era New Normal

Kondisi indonesia sebelum COVID-19 menjadi pandemic bisa dikategorikan sebagai negara yang tingkat polusi udaranya merupakan salah satu yang tertinggi didunia, terutama di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kendaran bermotor serta pabrik-pabrik yang beroperasi dan semakin hari semakin habis wilayah hutan yang diambil sumber dayanya. Polusi yang ditimbulkan tersebut akan berkumpul diudara dan akan mengakibatkan hujan asam, dimana hal tersebut berbahaya bagi kehidupan. Selain itu sebagian pabrik membuang limbah dengan sembarangan dimana limbah tersebut belum diolah dan masih mengandung zat yang berbahaya bagi ekosistem di alam (Febriani et al., 2018).

Setelah terjadinya pandemic COVID-19 yang memakan banyak korban serta menghambat perekonomian negara, Indonesia menerapkan kebijakan social distancing dan physical distancing serta lockdown untuk kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang, hal tersebut merupakan antisipasi dan pencegahan dari COVID-19 ini. Namun dibalik kerugian yang disebabkan oleh pandemic ini terdapat keuntungan yang belum terjadi sebelumnya yaitu menurunnya tingkat polusi udara serta kembalinya beberapa ekositem yang dulu rusak akibat kegiatan yang terjadi sebelum pandemic (Febriani et al., 2018).

 Saat ini kita sudah memasuki kondisi new normal dimana kegiatan-kegiatan sudah di berlakukan untuk masyarakat dengan beberpa syarat dan aturan. Kondisi new normal ini bukan berarti pendemic COVID-19 sudah tidak ada lagi, namun kita bisa dengan mudah mengantisipasi COVID-19 ini dengan mematuhi anjuran dari pemerintah. Pemerintah memberikan anjuran agar selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kegiatan agar kita tetap terhindar dari COVID-19.

Paru-Paru Dunia adalah Indonesia merupakan sebuah ide dan gagasan dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi penyakit menular yng disebabkan oleh hewan (zoonosis) dengan cara menjaga kelestarian hutan serta mempertahankan luas hutan yang semakin hari semakin menyempit. Menjaga kelestarian hutan disini berarti harus siap untuk memantau hutan serta bisa melakukan penghijauan di lokasi yang sudah dianggap membutuhkan reboisasi. Hal tersebut dilakukan dengan cara dipantau melalui satelit dan ditampilakan kedalam sebuah website yang bisa diakses oleh masyarakat dan selalu di update kemajuannya setiap minggunya, baik itu kondisi hutan ataupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam menjaga kelestarianya. Karena Indonesia merupakan salah satu pemasok oksigen terbesar di dunia dan kita seharunya bisa mempertahankan predikat tersebut demi keberlangsungan kehidupan manusia.

Kelestarian hutan merupakan aspek yang sangat penting karena keberadannya sangat berpengaruh terhadap seimbangnya kehidupan dibumi ini, selain sebagai tempat penghasil oksigen, hutan juga merupakan ekosistem bagi flora dan fauna yang juga merupakan salah satu keanekaragaman ynag perlu kita jaga kelestriannya. Hutan juga bisa mencegah adanya bencana alam seperti longsor dan banjir bahkan hutan juga merupakan sarana pencegahan penyakit menular yang disebabkan oleh hewan (zoonosis). Salah satu mediasi penularan penyakit dari hewan ini karena habitat asli hewan tersebut terganggu serta pemburuan hewan liar untuk dikonsumsi dagingnya.

Ide dan gagasan ini merupakan salah satu solusi jangka panjang untuk melestarikan hutan dan menjaga ekositem alami dari flora dan fauna yang ada di Indonesia, selain itu hutan akan tetap mampu menyediakan oksigen dan mampu mengurangi pencemaran udara, bisa mencegah dan mengantisipasi bencana alam serta penyakit menular yang disebabkan oleh hewan.

Referensi

Febriani, W. D., Saepuloh, U., Ayuningsih, E. D., Saputra, R. S., Purbatrapsila, A., Nangoy, M. J., Ransaleh, T. A., Wahyuni, I., Dako, S., Noviana, R., Iskandriati, D., Tumbelaka, L. I., & Pamungkas, J. (2018). Bat Coronavirus of Pteropus alecto from Gorontalo Province, Indonesia. The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research, 3(2):36–42. https://doi.org/10.21157/ijtvbr.v3i2.12359

 

 

 

Share:

PENINGKATAN KINERJA UKM SEBAGAI UPAYA MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

PENINGKATAN KINERJA UKM SEBAGAI UPAYA MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

 Kemiskinan hingga saat ini masih menjadi masalah krusial di hampir semua Negara termasuk Indonesia. Kemiskinan selalu menjadi perhatian utama di semua Negara, Hal ini dikarenakan kegagalan dalam mengatasi kemiskinan dapat menyebabkan persoalan sosial, ekonomi dan politik di suatu Negara. Menurut Bapenas (2004) kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi hak-hak dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat, hak-har dasar tesebut meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, pertanahan, air bersih, rasa aman, sumberdaya dan lingkungan hidup.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia yaitu upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hal tersebut sangat berpengaruh pada jumlah kemiskinan di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika dilihat dari persentase jumlah penduduk Indonesia jumlah penduduk miskin menurun dari 9,82 persen menjadi 9,41 persen, akan tetapi perlu dicatat bahwa 9,41 persen itu adalah jumlah yang tidak sedikit ter-update 25,14 juta penduduk.  

Dari permasalahan kemiskinan tersebut timbul persoalan lain seperti pengangguran, minimnya pendidikan anak di Indonesia disebabkan orang tua yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dan meningkatnnya angka kelaparan di Indonesia. Menurut Hunger Index 2018, Indonesia dinilai memiliki masalah kelaparan tingkat serius di tingkat ASEAN yang memerlukan perhatian lebih lebih buruk dari pada Filipina, Myanmar, Vietnam, Malaysia dan Thailand. Lebih ironisnya lagi dari tingkat kelaparan di Indonesia banyak penduduk Indonesia yang membuang makanan dengan sia-sia. Dari Barliria Center For Food & Nutrition pada 2016 Indonesia menempati peringkat dua sebagai pembuang makanan. Menurut kepala perwakilan FAO (Food and Agriculture Organization) Indonesia membuang 13 juta metric ton makanan dengan percuma, makanan yang terbuang tersebut bisa untuk memberi makan hampir 11 persen penduduk Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk setiap tahunnnya artinya dengan angka tersebut tidak akan ada penduduk Indonesia yang mengalami kelaparan.

Dari permasalahan diatas menunjukkan adanya kesenjangan ekonomi di Indonesia, sebagian penduduk Indonesia menderita kelaparan sebagian lagi membuang makanan dengan percuma. Hal yang perlu direalisasikan adalah bagaimana mendistribusikan pendapatan bagi penduduk Indonesia secara merata. Untuk membantu masyarakat miskin. 

Dalam upaya memberantas kemiskinan sudah banyak tindakan kebijakan pemerintah, kebijakan tersebut seperti pengadaan program Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit Usaha Kecil (KUK) dan Impress Desa Tertinggal (IDT). Akan tetapi dari semua program yang sudah dijalankan dampaknya masih sangat kecil untuk tingkat kemiskinan di Indonesia, hal ini dikarenakan kredit tersebut diberikan kepada masyarakat yangbelum mampu mengelola bantuan yang mereka terima, sehingga pada umumnya mereka menggunakan bantuan tersebut untuk konsumsi tidak dikelola untuk kegiatan usaha produktif yang berkelanjutan dalam hal ini contohnya adalah UKM.

UKM di Indonesia bisa dibilang sangat mendominansi pertumbuhan ekonomi dilihat dari segi jumlahnya yang sangat banyak, dengan jumlah tersebut apabila kinerja UKM ditingkatkan tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuh pertumbuhan perokonomian di Indonesia, akan tetapi saat ini kinerja UKM masih sangat lemah dibandingkan dengan industri-indusrti besar, hal itu yang membuat terjadinya kesenjangan pendapatan antara sumberdaya manusia pada industri-industri besar dengan sumberdaya UKM, pemerintah sebagai pemegang kebijakan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kinerja UKM, akan tetapi saat ini perhatian pemerintah terhadap perkembangan UKM dinilai masih kurang. 

Pentingnya kontribusi UKM dalam pengentasan kemiskinan sudah banyak dibuktikan oleh pakar dari hasil temuan mereka di lapangan, seperti pernyataan Amstrong dan Taylor (2000) menyebutkan peran UKM dalam pembangunan ekonomi yaitu, UKM mampu menciptakan lapangan pekrjaan, menciptakan industri-industri kecil yang bervariasi dan menciptakan interpreneur baru, menciptakan pesaingan secara intensif antar UKM untuk mewujudkan lingkungan usaha yang kondusif , mendorong untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunia usaha serta meningkatkan hubungan industrial antar buruh.

Kesimpulannya adalah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian Negara maka yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan masayarakat, kesejahteraan masayarakat juga bergantung pada tingkat pendapatan, akan tetapi kenyataannya distribusi pendapatan di Indonesia masih belum merata yang bisa dibuktikan dengan tingginya angka kemiskinan di berbagai daerah, untuk mengatasi persoalan tersebut upaya yang dilakukan pemerintah adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas melalui pemberdayaan UKM sebagai sektor yang mendominasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Share:

PEMENANG INOVASI PANGAN LOKAL NASIONAL (IPLN) 2020

 

UKM-FP Penalaran Universitas Trunojoyo Madura pada hari Sabtu, 28 November 2020 tepatnya pukul 08.00 WIB mengadakan kegiatan IPLN. IPLN atau singkatan dari Inovasi Pangan Lokal Nasional ini merupakan program kerja dari divisi Pengembangan Organisasi atau biasa disebut PO.

Kegiatan IPLN ini merupakan kegiatan perlombaan karya tulis ilmiah tingkat mahasiswa se-Jawa Bali dengan tema “Optimalisasi Peran Generasi Milineal Dalam Membangun Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Terdapat lima sub tema meliputi: Teknologi, Ekonomi, Sosial Budaya, Pariwisata, dan Pertanian.

Tahapan – tahapan seleksi dimulai pada tanggal 18 Oktober-9 November 2020  yang merupakan tahap pendaftaran dan pengiriman abstrak. Selanjutnya pengumuman lolos seleksi abstrak pada tanggal 04 November 2020. Dan Pengumpulan full paper yang terbagi menjadi dua gelombang, gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 5 – 10 November 2020, sedangkan gelombag kedua dilaksanakan pada tanggal 11-16 November 2020. Dalam pengumpulan full paper panitia memperpanjang waktu pengumpulan sampai tanggal 19 November 2020. Pada tanggal 24 November 2020 dilaksanakan pengumuman Finalis TOP Five dari berbagai peserta yang telah mengirimkan karya tulis ilmiah mereka. Sehingga pada tanggal 28 November 2020 dilaksanakannya Final sekaligus Pengumuan Juara.




Berikut adalah nama-nama pemenang IPLN 2020 beserta judul karya tulis ilmiahnya

Juara 1, dengan perolehan nilai total  162,15

Ketua Kelompok : Lia Melenia Saputri

Asal Universitas : Universitas Sebelas Maret dengan Judul Karya “Mie Gardabit : Mie Tepung Garut Dan Buah Bit Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Lokal Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional Pada Masa Pandemi Covid-19  

 

Juara 2, dengan perolehan nilai 161,8

Ketua Kelompok : Meita Putri Delima

Asal Universitas : Universitas Brawijaya dengan Judul Karya “BLOPART: Beras Analog Ipomoea batatas Difortifikasi Stolephorus sp. Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan dan Peningkatan Nilai Produk Olahan Hasil Pertanian Non Padi”

 

Juara 3, dengan perolehan nilai total 158,13

Ketua Kelompok : Bifil Tanjung Perkasa

Asal Universitas : Universitas Brawijaya KAMPUWA (Kampung Jewawut): Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Pangan Lokal Jewawut Menjadi Beras Analog Guna Meningkatkan Ekonomi Indonesia

 

Best Performance

Ketua Kelompok : Dewi Nurmawati

Asal Universitas : Universitas Trunojoyo Madura “DORA PIKACU (Donat Rainbow Tumpi Kacang Hijau) Inovasi Donat Rainbow Tumpi Kacang Hijau Sebagai Optimalisasi Pemanfaatan Kulit Kacang Hijau Di Era 4.0”

 



Share:

PENGUMUMAN FINALIS 5 BESAR INOVASI PANGAN LOKAL DAN NASIONAL (IPLN 2020)

 

Inovasi Pangan Lokal Nasional atau IPLN merupakan salah satu event dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Pertanian Penalaran. Tujuan lomba ini adalah untuk memeriahkan acara Dies Natalies UKM FP-PENALARAN Ke-XI. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan menulis dan nalar mahasiswa sesuai dengan tema yang disediakan. Inovasi Pangan Lokal Nasional tahun 2020 mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generasi Millenial dalam Membangun Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Adapun, ruang lingkup acara Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN)  yaitu tingkat Mahasiswa D3/S1 Se Jawa - Bali. Kegiatan lomba ini dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19.

§  Tahapan-tahapan Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN) 2020  sebagai berikut:

1.      Pendaftaran dan pengiriman abstrak : 28 September – 03 November 2020

2.      Pengumuman lolos seleksi abstrak : 04 November 2020

3.      Pengiriman full paper

-          Gelombang I  : 05 November – 10 November 2020

-          Gelombang II : 11 November – 16 November 2020

4.      Pengumuman 5 finalis besar : 25 November 2020

5.      Technical Meeting : 27 November 2020

6.      Final dan pengumuman juara : 28 November 2020

§  Informasi selengkapnya dapat diakses di:

a.       Booklet IPLN 2020                            : http://bit.ly/NewBookletIPLN2020

b.      Pendaftaran IPLN 2020                      : http://bit.ly/PendaftaranIPLN2020

c.       Pengiriman Full Paper IPLN 2020     : http://bit.ly/FullpaperIPLN2020

Selamat kami ucapkan kepada tim yang masuk 5 finalis besar Inovasi Pangan Lokal dan Nasional (IPLN) 2020, bagi tim yang tidak lolos tetap semangat, karena masih ada event-event Penalaran selanjutnya. Link pengumuman finalis Inovasi Pangan Lokal Nasional dapat diakses di: https://bit.ly/LolosFinalisIPLN2020

Share:

INOVASI PANGAN LOKAL NASIONAL (IPLN 2020)

Inovasi Pangan Lokal Nasional atau IPLN merupakan salah satu event dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Pertanian Penalaran. Tujuan lomba ini adalah untuk memeriahkan acara Dies Natalies UKM FP-PENALARAN Ke-XI. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan menulis dan nalar mahasiswa sesuai dengan tema yang disediakan. Inovasi Pangan Lokal Nasional tahun 2020 mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generasi Millenial dalam Membangun Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Selain itu, ruang lingkup acara Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN)  yaitu tingkat Mahasiswa D3/S1 dari Pulau Jawa hingga Bali. Kegiatan lomba ini dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19.

§  Tahapan-tahapan Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN) 2020 yaitu sebagai berikut:

1.       Pendaftaran dan pengiriman abstrak : 28 September – 03 November 2020

2.       Pengumuman lolos seleksi abstrak : 04 November 2020

3.       Pengiriman full paper

-          Gelombang I  : 05 November – 10 November 2020

-          Gelombang II : 11 November – 16 November 2020

4.       Pengumuman 5 finalis besar : 24 November 2020

5.       Technical Meeting : 27 November 2020

6.       Final dan pengumuman juara : 28 November 2020

§  Informasi selengkapnya dapat diakses di:

a.       Booklet IPLN 2020                              : http://bit.ly/NewBookletIPLN2020

b.       Pendaftaran IPLN 2020                         : http://bit.ly/PendaftaranIPLN2020

c.       Pengiriman Full Paper IPLN 2020         : http://bit.ly/FullpaperIPLN2020

Informasi lolos seleksi abstrak (Rabu, 04 November 2020) dapat diakses di http://bit.ly/LolosAbstrakIPLN2020

 

Share:

Sejarah UKM-FP Penalaran

 

SEJARAH UKM-FP PENALARAN


              UKM-FP Penalaran mulai berdiri pada tahun 2008 kemudian diresmikan di Bangkalan pada tanggal 21 november 2009. Tujuan didirikannya UKM-FP Penalaran adalah untuk menjadi wadah bagi mahasiswa fakultas pertanian dalam mengembangkan minat, bakat, ide dan kreativitas dibidang karya tulis ilmiah. UKM-FP Penalaran juga termasuk UKM kepenulisan tertua di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura. Selama 11 tahun perjalanannya UKM-FP Penalaran telah beberapa kali melakukan MUMAPENA (musyawarah mahasiswa penalaran) untuk memilih ketua umum sebagai penggerak roda organisasi pada periode selanjutnya. Berikut nama-nama ketua umum dari tahun ke tahun:

 

1.      Khoirul Mukhtarom (2009-2010)

Khoirul Mukhtarom bersama Nerisa, Siti Indayani, Lia Agistina, Fadil, Himaniar dan masih banyak teman-teman yang lainnya merupakan pendiri UKM-FP Penalaran. Melalui proses diskusi Khoirul Mukhtarom dipilih sebagai ketua umum periode pertama, namun beliau mengajukan syarat bahwa sekretaris dan bendahara harus dari kakak tingkat (senior). Kata “Penalaran” terbentuk melalui diskusi panjang dan berbagai usulan sehingga disepakati menjadi nama organisasi. Tujuan dari didirikannya UKM-FP Penalaran pada waktu itu adalah untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa fakultas pertanian dalam bidang karya tulis ilmiah terutama pada bidang program kreativitas mahasiswa (PKM).

 

2.      Siti Indayani (2010-2011)

Siti Indayani merupakan ketua umum UKM-FP Penalaran yang kedua. Beliau juga merupakan salah satu perintis berdirinya UKM-FP Penalaran dan menjadi salah satu PH pada masa kepemimpinan Khoirul Mukhtarom. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah pelaksanaan dan pemantapan program kerja.

 

3.      Khoiriyah (2011-2012)

Visi Khoiriyah selama menjadi ketua umum adalah ingin menjadikan teman-teman mahasiswa fakultas pertanian yang lebih berkompeten dalam bidang ilmiah. Selain itu penalaran sendiri juga harus menjadi wadah untuk mengembangkan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pencapaian yang tercapai pada masa kepemimpinannya yaitu:

1. Forum Silaturrahmi dan diskusi (3bln sekali)

2. Workshop anti plagiat

3. Internasional Conferens di Yogyakarta

4. OABP

5. Dies Natalis ( Bakti pendidikan, Pelatihan Mengkaji Jurnal ilmiah, Test Toefl, PAC, dan malam puncak)

Selain kegiatan yang terlaksana dengan baik, ada juga kendala yang terjadi yaitu sulit dalam mengumpulkan anggota untuk diajak kordinasi karena terhalang jadwal dari tiap-tiap anggota dan juga terkendala alat komunikasi.

 

4.      Muhammad Khairuddin (2012-2013)

Visi Muhammad Khairuddin selama menjadi ketua umum adalah menjadikan penalaran sebagai wadah pengembangan IPTEK bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dalam karya ilmiah dengan mengedepankan moralitas dan rasionalitas beriorientasi penelitian.Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.      Pencapaian 6 bulan pertama adalah pengembangan potensi SDM internal pengurus dan anggota (training organisasi, pemahaman mengolah maupun mengoperasikan komputer/blog krn akan menulis karya, workshop anti plagiat dan pembentukan ikatan alumni)

2.      Pencapain 6 bulan kedua adalah mengadakan kegiatan untuk umum, dari Gerakan Semangat Menulis 150 PKM, tips mencari referensi didalamnya ada sekolah kilat TOEFL, dan kami juga dulu ada ajakan English Camp in Pare untuk umum

3.      Berhasil mendaftarkan UKM-FP Penalaran ke MITI klaster mahasiswa

Progarm kerja yang belum terealisasikan pada masa ini adalah pekan ilmiah nasional (PENAMAS) dan setiap individu PH dan pengurus wajib menjadi ketua kelompok pada GSM (Gerakan semangat menulis)

 

 

 

4.      Muhammad Ja’far Shodiq (2013-2014)

Visi Muhammad Ja’far Shodiq adalah ingin menggerakkan mahasiswa pertanian untuk gemar menulis PKM sekaligus mendorong mahasiswa agar berlatih sejak dini  tentang wirausaha, lewat PMW maupun yang lain. Pencapaian yang telah tercapai dibawah kepemimpinannya adalah :

1.      FORKAPENA (Forum Komunikasi Alumni Penalaran)

2.      Forum Ilmiah se-Madura Raya

3.      Tembusnya mayoritas mahasiswa pertanian di PKM pada tahun 2014 2015 hingga delegasi PIMNAS dari Penalaran pada tahun 2014, 2015, 2016

Kendala yang dihadapi pada masa ini adalah sempat terjadi banyaknya agenda kegiatan atau program sehingga, pengurusan masalah internal sendiri kurang terurus, sehingga beberapa anggota maupun pengurus ada yang vakum atau pasif berorganisasi. Gagasan dulu yang pernah ada tapi belum dilaksanakan seperti, gerakan one day one jurnal, gerakan tersebut untuk mendongkrak mahasiswa agar gemar baca jurnal sebagai literasi kedua setelah buku, utamanya jurnal yang berbahasa inggris dan pembinaan mawapres serta minat-minat anggota agar lebih berprestasi sebagai mahasiswa.

 

4.      Muqfitd Arya Adhitya (2014-2015)

Visi Muqfitd Arya Adhitya adalah “Menjadikan UKM-FP Penalaran sebagai wadah pengembangan IPTEK bagi mahasiswa fakultas pertanian dalam berkarya dengan mengedepankan moralitas dan berorientasi penelitian. Sedangkan misi beliau adalah:

1.       Menggali dan mengoptimalkan potensi SDM anggota dan mahasiswa lainnya.

2.       Menganalisis secara ilmiah keadaan lingkungan dengan menggunakan daya nalar dan ilmu pengetahuan.

3.       Mengadakan dan mengikuti kegiatan ilmiah di lingkungan kampus maupun non kampus (internal maupun eksternal kampus).

4.       Meningkatkan dan menjalin kerjasama dengan lembaga sejenis baik internal maupun eksternal kampus.

Ada 4 misi dan masing-masing poin dituangkan dalam proker. Misi yang pertama terdapat pada proker divisi  PKM (mentoring PKM) dan divisi English (English club). Misi yang kedua di proker divisi SDM. Misi yang ketiga dan keempat di proker divisi PO. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.       Mengadakan mentoring PKM dalam skala besar (se-fakultas pertanian)

2.       Menjadi delegasi TIUPPS untuk yang pertama kalinya, serta mendapatkan juara 2 dan 3.

3.       Delegasi dari penalaran berhasil mengikuti kegiatan nasional (PKM dan Lomba Kewirausahaan).

4.       Pertama kali pembuatan dan pengaktifan website penalaran

Tantangan yang dihadapi pada masa ini adalah:

1.       Kendala di anggota, SDM masih sedikit pada waktu itu. Divisi diisi 10 orang itu hanya nama untuk membuat pengajuan dana, yg aktif hanya sekitar 3-4 orang per divisi.

2.       Hanya sedikit anggota dari Madura, dan didominasi orang-orang Jawa. Padahal pemerataan itu perlu, karena di proker dulu itu ada yang namanya buku penggalian makanan khas Madura, dan peran mahasiswa lokal sangat dibutuhkan.

3.       Sulit membuat seluruh anggota penalaran itu sepenuhnya menulis.

 

5.      Qowiyul Amin (2015-2016)

Visi Qowiyul Amin adalah menjalankan sesuai visi penalaran dengan kekeluargaan  dan kekompakan. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.      Menjalin hubungan organisasi serupa dengan organisasi luar (MITI-KM)

2.      Pelaksanaan FORKAPENA untuk pertama kalinya

Tantangan yang dihadapi pada masa ini adalah bagaimana caranya semua keluarga penalaran tetap solid, tidak hanya pengurus saja tetapi juga semua anggota maupun alumni. Kemudian bagaimana menggerakkan seluruh keluarga penalaran di setiap event yang ada

 

6.      Jainuril Effendi (2016-2017)

Visi Jainuril Effendi adalah Menjadikan UKM-FP Penalaran sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan ilmiah yang menyenangkan dan berlandaskan kekeluargaan". Pencapaian yang telah tercapai dibawah kepemimpinannya adalah:

1.      Membawa UKM-FP Penalaran untuk bekerjasama dengan wadah organisasi keilmiahan tingkat nasional

2.      Menjadi tuan rumah program kerja mitra "Youth Summit 2017".

3.      Penalaran sebagai UKM tingkat Fakultas, aktif dan berkontribusi dalam kegiatan ilmiah yang bersifat nasional, terlibat dan bersaing dengan UKM sejenis dari berbagai kampus lain di Jawa Timur.

Tantangan yang dihadapi pada masa ini adalah:

1.       Anggotanya banyak tetapi dengan seiring berjalannya waktu banyak anggota yang pasif.

2.      Adakemungkinan ukm terkesan membosankan karena sudah lelah belajar dan menyelesaikan tugas kuliah dan kemudian di penalaran harus belajar akademik lagi

3.      Kesulitan menyatukan waktu rapat karena terbentur jam kuliah dan praktikum yang berbeda-beda

 

7.      Muhammad Latiful Fuad (2017-2018)

Visi Muhammad Latiful Fuad adalah “Mengembangkan dan memperbaiki kekeluargaan di organisasi”. Pencapaian yang tercapai pada masa kepemimpinannya adalah OABP di luar kampus. Kendala pada masa ini tidak ada dan dia berpesan “Buat acara yang besar, karena acara besar benar-benar memberikan pengalaman yang lebih kepada panitia”.

 

8.      Dzikrul Muttaqin Ubaidillah (2018-2019)

Visi Dzikrul Muttaqin Ubaidillah adalah “Membangun kembali esensi UKM-FP Penalaran sebagai organisasi kepenulisan”. Hadirnya visi tersebut merupakan respon dari kenyataan yang cukup pahit, yakni semakin menurunnya kontribusi UKM-FP Penalaran di perlombaan karya tulis baik regional, nasional maupun internasional. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.      Berusaha mengembalikan UKM-FP Penalaran pada masa keemasannya yang penuh prestasi dengan tanggungjawab bersama

2.      Meningkatkan kualitas kepenulisan anggota melalui program-program kerja yang berorientasi pada kemampuan menulis.

3.      Meningkatkan intensitas keikutsertaan UKM-FP Penalaran dalam ajang perlombaan.

Tantangan yang dihadapi pada masa kepemimpinannya adalah kurangya kesamaan motivasi ataupun visi yang dimiliki oleh setiap anggota. Meskipun demikian pada periode tersebut semuanya telah berusaha memberika yang terbaik. Bahkan di akhir periode nampak jelas harmonisasi seluruh anggota UKM-FP Penalaran (baik anggota maupun pengurus).

 

Share:

recent posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Menggapai Asa

Pengikut

Pengunjung

Cari Blog Ini

  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya

Follow by Email

Translate

Download