Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Sikap Kewirausahaan Petani

       Regenerasi petani Indonesia terutama pada generasi milenial dapat menjadi bom waktu bagi ketahanan pangan Indonesia. Cukup miris memang jika negara agraris tidak dapat mandiri dalam sektor pangan untuk kedepannya, namun karena terjadinya penurunan jumlah pekerja di bidang pertanian, diprediksi petani di Indonesia akan tidak ada pada tahun 2063.
            Dampak dari pandemi corona memukul semua sektor di Indonesia tidak kecuali sektor pertanian. Untuk menghadapi era new normal  dengan pola hidup dan pola pikir yang berbeda maka perlu pembaharuan perilaku dalam sektor ini. Memutus rantai distribusi, intensif, dan mendukung kewirausahaan pada sektor pertanian harus digalakkan untuk meningkatkan  para pekerja di sektor pertanian. Kendala dalam mengembangkan sikap kewirausahaan petani di Indonesia adalah dalam pola pikir petani karena mayoritas tingkat pendidikannya masih rendah. Implementasi untuk membentuk petani yang bersikap kewirausahaan memerlukan peran dari pemerintah terutama pemerintah desa, akademisi, dan tentu saja petani itu sendiri. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa adalah sosok yang efektif dalam menjalankan program ini terutama mahasiswa pertanian. Pengabdian mahasiswa pertanian pada masyarakat yang digalakkan oleh kampus masih dalam lingkup KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang hanya berlangsung beberapa waktu sehingga dampak yang diberi tidak dapat berkelanjutan. Peran mahasiswa saat pengabdian dalam waktu yang cukup lama harus diimbangi dengan dukungan dari pihak kampus yang memberi intensif dan pendampingan dalam pelaksanaan. Selain itu, pihak desa harus berani melakukan langkah yang lebih maju ke depan dengan memanfaatkan dana desa untuk penyediaan mesin dan peralatan serta fasilitas pendukung yang berkaitan. Suatu sistem yang baru akan tercipta pada suatu masyarakat jika terjadi sinergi dari pihak-pihak tersebut.
          Membuat sistem yang maju dalam bidang pertanian yang dipelopori mahasiswa pertanian dapat dimulai dengan mencontoh konsep-konsep yang telah berhasil pada negara-negara maju. Pembaharuan peralatan dan meninggalkan peralatan tradisional yang tidak efektif dapat terlaksana dengan implementasi dari dana desa. Cara pengoperasian dan perawatan peralatan modern harus didampingi oleh orang yang profesional sehingga para petani dapat mengoperasikan dan mulai meninggalkan peralatan lama. Pengabdian yang lama yang dilakukan mahasiswa memiliki kekurangan yaitu akan memperpanjang masa studi mereka di jenjang perguruan tinggi tetapi manfaat yang didapat akan lebih besar dengan terjun ke masyarakat. Tantangan-tantangan yang akan terjadi pada saat melaksanakan pengabdian ini adalah minat petani di desa masih rendah dengan cara pikir yang masih tradisional.
          Mahasiswa pertanian sebagai penerus regenerasi petani diharapkan dapat mengubah wajah pertanian Indonesia. Program pengabdian mahasiswa ke sektor pertanian dalam jangka panjang dapat menjadi solusi untuk membuat sistem baru kepada pertanian Indonesia yang selama ini mayoritas masih bersifat tradisional. Program ini juga bertujuan supaya mahasiswa pertanian memiliki peran dan menjadi penerus pada bidangnya serta menghilangkan persepsi buruk menjadi petani. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan para petani perlu digalakkan untuk mencapai tujuan pertanian yang mandiri dengan sikap kewirausahaan dan berkelanjutan.

___________________________________
DAFTAR PUSTAKA
Arisena, G. (2016) “Konsep Kewirausahaan Pada Petani Melalui Pendekatan Structural Equation Model (Sem),” E-Journal Agribisnis Dan Agrowisata (Journal Of Agribusiness And Agritourism), 5(1).
Arvianti, E. Y. Et Al. (2019) “Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia,” Agriekonomika, 8(2), Hal. 168–180. Doi: 10.21107/Agriekonomika.V8i2.5429.
Ayu, D. Et Al. (2020) “Clustering Pertani Berdasarkan Dampak Covid-19 Yang Terjadi Pada Sektor Pertanian Studi Kasus Di Dusun Lepak Desa Lepak Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Ntb ( Farmer Clustering Is Based On The Impact Of Covid-19 On The Agricultural Clustering ,” Seminar Nasional Official Statistics 2019: Pengembangan Official Statistics Dalam Mendukung Implementasi Sdg’s Clustering, 2020(1), Hal. 160–164.
Bps 2013. Pendidikan Petani Di Indonesia
Bappenas. 2017. Bonus Demografi Indonesia Tahun 2030-2040.
Gallup. 2016. How Millenials Want To Work And Live [Internet]. [Cited 2020 Oct 1]. Available From: Https://Enviableworkplace.Com/Wp-Content/Uploads/ Gallup-How-Millennials-Want-To-Work.Pdf
Kartika, N. Y. Dan Novitriani, S. (2021) “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pola Pekerjaan Petani : Kasus Desa Andaman , Kecamatan Anjir Pasar ,” Jurnal Kependudukan, Keluarga, Dan Sumber Daya Manusia, 2(1), Hal. 36–43. Doi: 10.37269/Pancanaka.V2i1.83.
Https://Tirto.Id/Indonesia-Krisis-Regenerasi-Petani-Muda-Cnvg
Share:

Karapan Sapi Gubeng “Kerabben Gubeng”



          Secara istilah “kerapan" berasal dari kata “kerap” atau “kirap” yang artinya berangkat dan dilepas secara bersama-sama atau berbondong, sedangkan dalam bahasa arab “kirabah” yang berarti persahabatan. Namun telepas dari kedua pendapat itu, karapan sapi adalah salah satu antraksi budaya masyarakat pulau madura serta juga menjadi salah satu destinasi wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan. Masyarakat Madura adalah masyarakat agraris dimana pertanian menjadi mata pencaharian utama dalam memenuhi kehidupan sehari-hari mereka. Karapan sapi sendiri memiliki kaitan akar sejarah pada kehidupan agraris tersebut. Berdasarkan riwayat karapan sapi diadakan setiap kali selesai panen di ladang petani untuk keperluan hiburan bagi masyarakat, hingga saat ini masih tetap lestari dengan tampilan yang lebih tertata dan tertib. 
          Antraksi karapan sapi saat ini sudah menjadi destinasi antraksi budaya nasional yang unik dan hanya terdapat di pulau madura. Karapan sapi gubeng merupakan puncak dari ajang kejuaraan karapan sapi yang memperebutkan piala gubernur jawa timur, yang dimulai dari level administrasi Pemerintahan terkecil yaitu Desa untuk selanjutnya meningkat ke Kecamatan, level Kabupaten dan gubernur. Karapan sapi gubeng mempertemukan para juara dari karapan sapi empat kabupaten di Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan) untuk memperebutkan piala Gubernur. Sebelum karapan sapi gubeng diselenggarakan terdapat beberapa hiburan dan pertunjukan yang ditampilkan seperti tarian-tarian rakyat dan nyanyian-nyanyian daerah. 


Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-1751012/karapan-sapi-piala-presiden-yang-tak-pernah-dihadiri-presiden
Share:

recent posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Pengikut

Pengunjung

Cari Blog Ini

  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya

Translate

Download