Paru-Paru Dunia Adalah Indonesia Untuk Kelestarian Hutan Di Era New Normal

 

Paru-Paru Dunia Adalah Indonesia

Untuk Kelestarian Hutan Di Era New Normal

Kondisi indonesia sebelum COVID-19 menjadi pandemic bisa dikategorikan sebagai negara yang tingkat polusi udaranya merupakan salah satu yang tertinggi didunia, terutama di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kendaran bermotor serta pabrik-pabrik yang beroperasi dan semakin hari semakin habis wilayah hutan yang diambil sumber dayanya. Polusi yang ditimbulkan tersebut akan berkumpul diudara dan akan mengakibatkan hujan asam, dimana hal tersebut berbahaya bagi kehidupan. Selain itu sebagian pabrik membuang limbah dengan sembarangan dimana limbah tersebut belum diolah dan masih mengandung zat yang berbahaya bagi ekosistem di alam (Febriani et al., 2018).

Setelah terjadinya pandemic COVID-19 yang memakan banyak korban serta menghambat perekonomian negara, Indonesia menerapkan kebijakan social distancing dan physical distancing serta lockdown untuk kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang, hal tersebut merupakan antisipasi dan pencegahan dari COVID-19 ini. Namun dibalik kerugian yang disebabkan oleh pandemic ini terdapat keuntungan yang belum terjadi sebelumnya yaitu menurunnya tingkat polusi udara serta kembalinya beberapa ekositem yang dulu rusak akibat kegiatan yang terjadi sebelum pandemic (Febriani et al., 2018).

 Saat ini kita sudah memasuki kondisi new normal dimana kegiatan-kegiatan sudah di berlakukan untuk masyarakat dengan beberpa syarat dan aturan. Kondisi new normal ini bukan berarti pendemic COVID-19 sudah tidak ada lagi, namun kita bisa dengan mudah mengantisipasi COVID-19 ini dengan mematuhi anjuran dari pemerintah. Pemerintah memberikan anjuran agar selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kegiatan agar kita tetap terhindar dari COVID-19.

Paru-Paru Dunia adalah Indonesia merupakan sebuah ide dan gagasan dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi penyakit menular yng disebabkan oleh hewan (zoonosis) dengan cara menjaga kelestarian hutan serta mempertahankan luas hutan yang semakin hari semakin menyempit. Menjaga kelestarian hutan disini berarti harus siap untuk memantau hutan serta bisa melakukan penghijauan di lokasi yang sudah dianggap membutuhkan reboisasi. Hal tersebut dilakukan dengan cara dipantau melalui satelit dan ditampilakan kedalam sebuah website yang bisa diakses oleh masyarakat dan selalu di update kemajuannya setiap minggunya, baik itu kondisi hutan ataupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam menjaga kelestarianya. Karena Indonesia merupakan salah satu pemasok oksigen terbesar di dunia dan kita seharunya bisa mempertahankan predikat tersebut demi keberlangsungan kehidupan manusia.

Kelestarian hutan merupakan aspek yang sangat penting karena keberadannya sangat berpengaruh terhadap seimbangnya kehidupan dibumi ini, selain sebagai tempat penghasil oksigen, hutan juga merupakan ekosistem bagi flora dan fauna yang juga merupakan salah satu keanekaragaman ynag perlu kita jaga kelestriannya. Hutan juga bisa mencegah adanya bencana alam seperti longsor dan banjir bahkan hutan juga merupakan sarana pencegahan penyakit menular yang disebabkan oleh hewan (zoonosis). Salah satu mediasi penularan penyakit dari hewan ini karena habitat asli hewan tersebut terganggu serta pemburuan hewan liar untuk dikonsumsi dagingnya.

Ide dan gagasan ini merupakan salah satu solusi jangka panjang untuk melestarikan hutan dan menjaga ekositem alami dari flora dan fauna yang ada di Indonesia, selain itu hutan akan tetap mampu menyediakan oksigen dan mampu mengurangi pencemaran udara, bisa mencegah dan mengantisipasi bencana alam serta penyakit menular yang disebabkan oleh hewan.

Referensi

Febriani, W. D., Saepuloh, U., Ayuningsih, E. D., Saputra, R. S., Purbatrapsila, A., Nangoy, M. J., Ransaleh, T. A., Wahyuni, I., Dako, S., Noviana, R., Iskandriati, D., Tumbelaka, L. I., & Pamungkas, J. (2018). Bat Coronavirus of Pteropus alecto from Gorontalo Province, Indonesia. The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research, 3(2):36–42. https://doi.org/10.21157/ijtvbr.v3i2.12359

 

 

 

Share:

PENINGKATAN KINERJA UKM SEBAGAI UPAYA MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

PENINGKATAN KINERJA UKM SEBAGAI UPAYA MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

 Kemiskinan hingga saat ini masih menjadi masalah krusial di hampir semua Negara termasuk Indonesia. Kemiskinan selalu menjadi perhatian utama di semua Negara, Hal ini dikarenakan kegagalan dalam mengatasi kemiskinan dapat menyebabkan persoalan sosial, ekonomi dan politik di suatu Negara. Menurut Bapenas (2004) kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi hak-hak dasar untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat, hak-har dasar tesebut meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, pertanahan, air bersih, rasa aman, sumberdaya dan lingkungan hidup.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia yaitu upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hal tersebut sangat berpengaruh pada jumlah kemiskinan di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika dilihat dari persentase jumlah penduduk Indonesia jumlah penduduk miskin menurun dari 9,82 persen menjadi 9,41 persen, akan tetapi perlu dicatat bahwa 9,41 persen itu adalah jumlah yang tidak sedikit ter-update 25,14 juta penduduk.  

Dari permasalahan kemiskinan tersebut timbul persoalan lain seperti pengangguran, minimnya pendidikan anak di Indonesia disebabkan orang tua yang tidak mampu membayar biaya pendidikan dan meningkatnnya angka kelaparan di Indonesia. Menurut Hunger Index 2018, Indonesia dinilai memiliki masalah kelaparan tingkat serius di tingkat ASEAN yang memerlukan perhatian lebih lebih buruk dari pada Filipina, Myanmar, Vietnam, Malaysia dan Thailand. Lebih ironisnya lagi dari tingkat kelaparan di Indonesia banyak penduduk Indonesia yang membuang makanan dengan sia-sia. Dari Barliria Center For Food & Nutrition pada 2016 Indonesia menempati peringkat dua sebagai pembuang makanan. Menurut kepala perwakilan FAO (Food and Agriculture Organization) Indonesia membuang 13 juta metric ton makanan dengan percuma, makanan yang terbuang tersebut bisa untuk memberi makan hampir 11 persen penduduk Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk setiap tahunnnya artinya dengan angka tersebut tidak akan ada penduduk Indonesia yang mengalami kelaparan.

Dari permasalahan diatas menunjukkan adanya kesenjangan ekonomi di Indonesia, sebagian penduduk Indonesia menderita kelaparan sebagian lagi membuang makanan dengan percuma. Hal yang perlu direalisasikan adalah bagaimana mendistribusikan pendapatan bagi penduduk Indonesia secara merata. Untuk membantu masyarakat miskin. 

Dalam upaya memberantas kemiskinan sudah banyak tindakan kebijakan pemerintah, kebijakan tersebut seperti pengadaan program Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit Usaha Kecil (KUK) dan Impress Desa Tertinggal (IDT). Akan tetapi dari semua program yang sudah dijalankan dampaknya masih sangat kecil untuk tingkat kemiskinan di Indonesia, hal ini dikarenakan kredit tersebut diberikan kepada masyarakat yangbelum mampu mengelola bantuan yang mereka terima, sehingga pada umumnya mereka menggunakan bantuan tersebut untuk konsumsi tidak dikelola untuk kegiatan usaha produktif yang berkelanjutan dalam hal ini contohnya adalah UKM.

UKM di Indonesia bisa dibilang sangat mendominansi pertumbuhan ekonomi dilihat dari segi jumlahnya yang sangat banyak, dengan jumlah tersebut apabila kinerja UKM ditingkatkan tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuh pertumbuhan perokonomian di Indonesia, akan tetapi saat ini kinerja UKM masih sangat lemah dibandingkan dengan industri-indusrti besar, hal itu yang membuat terjadinya kesenjangan pendapatan antara sumberdaya manusia pada industri-industri besar dengan sumberdaya UKM, pemerintah sebagai pemegang kebijakan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kinerja UKM, akan tetapi saat ini perhatian pemerintah terhadap perkembangan UKM dinilai masih kurang. 

Pentingnya kontribusi UKM dalam pengentasan kemiskinan sudah banyak dibuktikan oleh pakar dari hasil temuan mereka di lapangan, seperti pernyataan Amstrong dan Taylor (2000) menyebutkan peran UKM dalam pembangunan ekonomi yaitu, UKM mampu menciptakan lapangan pekrjaan, menciptakan industri-industri kecil yang bervariasi dan menciptakan interpreneur baru, menciptakan pesaingan secara intensif antar UKM untuk mewujudkan lingkungan usaha yang kondusif , mendorong untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam dunia usaha serta meningkatkan hubungan industrial antar buruh.

Kesimpulannya adalah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan perekonomian Negara maka yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan masayarakat, kesejahteraan masayarakat juga bergantung pada tingkat pendapatan, akan tetapi kenyataannya distribusi pendapatan di Indonesia masih belum merata yang bisa dibuktikan dengan tingginya angka kemiskinan di berbagai daerah, untuk mengatasi persoalan tersebut upaya yang dilakukan pemerintah adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas melalui pemberdayaan UKM sebagai sektor yang mendominasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Share:

PEMENANG INOVASI PANGAN LOKAL NASIONAL (IPLN) 2020

 

UKM-FP Penalaran Universitas Trunojoyo Madura pada hari Sabtu, 28 November 2020 tepatnya pukul 08.00 WIB mengadakan kegiatan IPLN. IPLN atau singkatan dari Inovasi Pangan Lokal Nasional ini merupakan program kerja dari divisi Pengembangan Organisasi atau biasa disebut PO.

Kegiatan IPLN ini merupakan kegiatan perlombaan karya tulis ilmiah tingkat mahasiswa se-Jawa Bali dengan tema “Optimalisasi Peran Generasi Milineal Dalam Membangun Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Terdapat lima sub tema meliputi: Teknologi, Ekonomi, Sosial Budaya, Pariwisata, dan Pertanian.

Tahapan – tahapan seleksi dimulai pada tanggal 18 Oktober-9 November 2020  yang merupakan tahap pendaftaran dan pengiriman abstrak. Selanjutnya pengumuman lolos seleksi abstrak pada tanggal 04 November 2020. Dan Pengumpulan full paper yang terbagi menjadi dua gelombang, gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 5 – 10 November 2020, sedangkan gelombag kedua dilaksanakan pada tanggal 11-16 November 2020. Dalam pengumpulan full paper panitia memperpanjang waktu pengumpulan sampai tanggal 19 November 2020. Pada tanggal 24 November 2020 dilaksanakan pengumuman Finalis TOP Five dari berbagai peserta yang telah mengirimkan karya tulis ilmiah mereka. Sehingga pada tanggal 28 November 2020 dilaksanakannya Final sekaligus Pengumuan Juara.




Berikut adalah nama-nama pemenang IPLN 2020 beserta judul karya tulis ilmiahnya

Juara 1, dengan perolehan nilai total  162,15

Ketua Kelompok : Lia Melenia Saputri

Asal Universitas : Universitas Sebelas Maret dengan Judul Karya “Mie Gardabit : Mie Tepung Garut Dan Buah Bit Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Lokal Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional Pada Masa Pandemi Covid-19  

 

Juara 2, dengan perolehan nilai 161,8

Ketua Kelompok : Meita Putri Delima

Asal Universitas : Universitas Brawijaya dengan Judul Karya “BLOPART: Beras Analog Ipomoea batatas Difortifikasi Stolephorus sp. Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan dan Peningkatan Nilai Produk Olahan Hasil Pertanian Non Padi”

 

Juara 3, dengan perolehan nilai total 158,13

Ketua Kelompok : Bifil Tanjung Perkasa

Asal Universitas : Universitas Brawijaya KAMPUWA (Kampung Jewawut): Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Pangan Lokal Jewawut Menjadi Beras Analog Guna Meningkatkan Ekonomi Indonesia

 

Best Performance

Ketua Kelompok : Dewi Nurmawati

Asal Universitas : Universitas Trunojoyo Madura “DORA PIKACU (Donat Rainbow Tumpi Kacang Hijau) Inovasi Donat Rainbow Tumpi Kacang Hijau Sebagai Optimalisasi Pemanfaatan Kulit Kacang Hijau Di Era 4.0”

 



Share:

PENGUMUMAN FINALIS 5 BESAR INOVASI PANGAN LOKAL DAN NASIONAL (IPLN 2020)

 

Inovasi Pangan Lokal Nasional atau IPLN merupakan salah satu event dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Pertanian Penalaran. Tujuan lomba ini adalah untuk memeriahkan acara Dies Natalies UKM FP-PENALARAN Ke-XI. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan menulis dan nalar mahasiswa sesuai dengan tema yang disediakan. Inovasi Pangan Lokal Nasional tahun 2020 mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generasi Millenial dalam Membangun Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Adapun, ruang lingkup acara Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN)  yaitu tingkat Mahasiswa D3/S1 Se Jawa - Bali. Kegiatan lomba ini dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19.

§  Tahapan-tahapan Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN) 2020  sebagai berikut:

1.      Pendaftaran dan pengiriman abstrak : 28 September – 03 November 2020

2.      Pengumuman lolos seleksi abstrak : 04 November 2020

3.      Pengiriman full paper

-          Gelombang I  : 05 November – 10 November 2020

-          Gelombang II : 11 November – 16 November 2020

4.      Pengumuman 5 finalis besar : 25 November 2020

5.      Technical Meeting : 27 November 2020

6.      Final dan pengumuman juara : 28 November 2020

§  Informasi selengkapnya dapat diakses di:

a.       Booklet IPLN 2020                            : http://bit.ly/NewBookletIPLN2020

b.      Pendaftaran IPLN 2020                      : http://bit.ly/PendaftaranIPLN2020

c.       Pengiriman Full Paper IPLN 2020     : http://bit.ly/FullpaperIPLN2020

Selamat kami ucapkan kepada tim yang masuk 5 finalis besar Inovasi Pangan Lokal dan Nasional (IPLN) 2020, bagi tim yang tidak lolos tetap semangat, karena masih ada event-event Penalaran selanjutnya. Link pengumuman finalis Inovasi Pangan Lokal Nasional dapat diakses di: https://bit.ly/LolosFinalisIPLN2020

Share:

INOVASI PANGAN LOKAL NASIONAL (IPLN 2020)

Inovasi Pangan Lokal Nasional atau IPLN merupakan salah satu event dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Pertanian Penalaran. Tujuan lomba ini adalah untuk memeriahkan acara Dies Natalies UKM FP-PENALARAN Ke-XI. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan menulis dan nalar mahasiswa sesuai dengan tema yang disediakan. Inovasi Pangan Lokal Nasional tahun 2020 mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generasi Millenial dalam Membangun Pertanian Indonesia Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Selain itu, ruang lingkup acara Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN)  yaitu tingkat Mahasiswa D3/S1 dari Pulau Jawa hingga Bali. Kegiatan lomba ini dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19.

§  Tahapan-tahapan Inovasi Pangan Lokal Nasional (IPLN) 2020 yaitu sebagai berikut:

1.       Pendaftaran dan pengiriman abstrak : 28 September – 03 November 2020

2.       Pengumuman lolos seleksi abstrak : 04 November 2020

3.       Pengiriman full paper

-          Gelombang I  : 05 November – 10 November 2020

-          Gelombang II : 11 November – 16 November 2020

4.       Pengumuman 5 finalis besar : 24 November 2020

5.       Technical Meeting : 27 November 2020

6.       Final dan pengumuman juara : 28 November 2020

§  Informasi selengkapnya dapat diakses di:

a.       Booklet IPLN 2020                              : http://bit.ly/NewBookletIPLN2020

b.       Pendaftaran IPLN 2020                         : http://bit.ly/PendaftaranIPLN2020

c.       Pengiriman Full Paper IPLN 2020         : http://bit.ly/FullpaperIPLN2020

Informasi lolos seleksi abstrak (Rabu, 04 November 2020) dapat diakses di http://bit.ly/LolosAbstrakIPLN2020

 

Share:

Sejarah UKM-FP Penalaran

 

SEJARAH UKM-FP PENALARAN


              UKM-FP Penalaran mulai berdiri pada tahun 2008 kemudian diresmikan di Bangkalan pada tanggal 21 november 2009. Tujuan didirikannya UKM-FP Penalaran adalah untuk menjadi wadah bagi mahasiswa fakultas pertanian dalam mengembangkan minat, bakat, ide dan kreativitas dibidang karya tulis ilmiah. UKM-FP Penalaran juga termasuk UKM kepenulisan tertua di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura. Selama 11 tahun perjalanannya UKM-FP Penalaran telah beberapa kali melakukan MUMAPENA (musyawarah mahasiswa penalaran) untuk memilih ketua umum sebagai penggerak roda organisasi pada periode selanjutnya. Berikut nama-nama ketua umum dari tahun ke tahun:

 

1.      Khoirul Mukhtarom (2009-2010)

Khoirul Mukhtarom bersama Nerisa, Siti Indayani, Lia Agistina, Fadil, Himaniar dan masih banyak teman-teman yang lainnya merupakan pendiri UKM-FP Penalaran. Melalui proses diskusi Khoirul Mukhtarom dipilih sebagai ketua umum periode pertama, namun beliau mengajukan syarat bahwa sekretaris dan bendahara harus dari kakak tingkat (senior). Kata “Penalaran” terbentuk melalui diskusi panjang dan berbagai usulan sehingga disepakati menjadi nama organisasi. Tujuan dari didirikannya UKM-FP Penalaran pada waktu itu adalah untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa fakultas pertanian dalam bidang karya tulis ilmiah terutama pada bidang program kreativitas mahasiswa (PKM).

 

2.      Siti Indayani (2010-2011)

Siti Indayani merupakan ketua umum UKM-FP Penalaran yang kedua. Beliau juga merupakan salah satu perintis berdirinya UKM-FP Penalaran dan menjadi salah satu PH pada masa kepemimpinan Khoirul Mukhtarom. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah pelaksanaan dan pemantapan program kerja.

 

3.      Khoiriyah (2011-2012)

Visi Khoiriyah selama menjadi ketua umum adalah ingin menjadikan teman-teman mahasiswa fakultas pertanian yang lebih berkompeten dalam bidang ilmiah. Selain itu penalaran sendiri juga harus menjadi wadah untuk mengembangkan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pencapaian yang tercapai pada masa kepemimpinannya yaitu:

1. Forum Silaturrahmi dan diskusi (3bln sekali)

2. Workshop anti plagiat

3. Internasional Conferens di Yogyakarta

4. OABP

5. Dies Natalis ( Bakti pendidikan, Pelatihan Mengkaji Jurnal ilmiah, Test Toefl, PAC, dan malam puncak)

Selain kegiatan yang terlaksana dengan baik, ada juga kendala yang terjadi yaitu sulit dalam mengumpulkan anggota untuk diajak kordinasi karena terhalang jadwal dari tiap-tiap anggota dan juga terkendala alat komunikasi.

 

4.      Muhammad Khairuddin (2012-2013)

Visi Muhammad Khairuddin selama menjadi ketua umum adalah menjadikan penalaran sebagai wadah pengembangan IPTEK bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dalam karya ilmiah dengan mengedepankan moralitas dan rasionalitas beriorientasi penelitian.Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.      Pencapaian 6 bulan pertama adalah pengembangan potensi SDM internal pengurus dan anggota (training organisasi, pemahaman mengolah maupun mengoperasikan komputer/blog krn akan menulis karya, workshop anti plagiat dan pembentukan ikatan alumni)

2.      Pencapain 6 bulan kedua adalah mengadakan kegiatan untuk umum, dari Gerakan Semangat Menulis 150 PKM, tips mencari referensi didalamnya ada sekolah kilat TOEFL, dan kami juga dulu ada ajakan English Camp in Pare untuk umum

3.      Berhasil mendaftarkan UKM-FP Penalaran ke MITI klaster mahasiswa

Progarm kerja yang belum terealisasikan pada masa ini adalah pekan ilmiah nasional (PENAMAS) dan setiap individu PH dan pengurus wajib menjadi ketua kelompok pada GSM (Gerakan semangat menulis)

 

 

 

4.      Muhammad Ja’far Shodiq (2013-2014)

Visi Muhammad Ja’far Shodiq adalah ingin menggerakkan mahasiswa pertanian untuk gemar menulis PKM sekaligus mendorong mahasiswa agar berlatih sejak dini  tentang wirausaha, lewat PMW maupun yang lain. Pencapaian yang telah tercapai dibawah kepemimpinannya adalah :

1.      FORKAPENA (Forum Komunikasi Alumni Penalaran)

2.      Forum Ilmiah se-Madura Raya

3.      Tembusnya mayoritas mahasiswa pertanian di PKM pada tahun 2014 2015 hingga delegasi PIMNAS dari Penalaran pada tahun 2014, 2015, 2016

Kendala yang dihadapi pada masa ini adalah sempat terjadi banyaknya agenda kegiatan atau program sehingga, pengurusan masalah internal sendiri kurang terurus, sehingga beberapa anggota maupun pengurus ada yang vakum atau pasif berorganisasi. Gagasan dulu yang pernah ada tapi belum dilaksanakan seperti, gerakan one day one jurnal, gerakan tersebut untuk mendongkrak mahasiswa agar gemar baca jurnal sebagai literasi kedua setelah buku, utamanya jurnal yang berbahasa inggris dan pembinaan mawapres serta minat-minat anggota agar lebih berprestasi sebagai mahasiswa.

 

4.      Muqfitd Arya Adhitya (2014-2015)

Visi Muqfitd Arya Adhitya adalah “Menjadikan UKM-FP Penalaran sebagai wadah pengembangan IPTEK bagi mahasiswa fakultas pertanian dalam berkarya dengan mengedepankan moralitas dan berorientasi penelitian. Sedangkan misi beliau adalah:

1.       Menggali dan mengoptimalkan potensi SDM anggota dan mahasiswa lainnya.

2.       Menganalisis secara ilmiah keadaan lingkungan dengan menggunakan daya nalar dan ilmu pengetahuan.

3.       Mengadakan dan mengikuti kegiatan ilmiah di lingkungan kampus maupun non kampus (internal maupun eksternal kampus).

4.       Meningkatkan dan menjalin kerjasama dengan lembaga sejenis baik internal maupun eksternal kampus.

Ada 4 misi dan masing-masing poin dituangkan dalam proker. Misi yang pertama terdapat pada proker divisi  PKM (mentoring PKM) dan divisi English (English club). Misi yang kedua di proker divisi SDM. Misi yang ketiga dan keempat di proker divisi PO. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.       Mengadakan mentoring PKM dalam skala besar (se-fakultas pertanian)

2.       Menjadi delegasi TIUPPS untuk yang pertama kalinya, serta mendapatkan juara 2 dan 3.

3.       Delegasi dari penalaran berhasil mengikuti kegiatan nasional (PKM dan Lomba Kewirausahaan).

4.       Pertama kali pembuatan dan pengaktifan website penalaran

Tantangan yang dihadapi pada masa ini adalah:

1.       Kendala di anggota, SDM masih sedikit pada waktu itu. Divisi diisi 10 orang itu hanya nama untuk membuat pengajuan dana, yg aktif hanya sekitar 3-4 orang per divisi.

2.       Hanya sedikit anggota dari Madura, dan didominasi orang-orang Jawa. Padahal pemerataan itu perlu, karena di proker dulu itu ada yang namanya buku penggalian makanan khas Madura, dan peran mahasiswa lokal sangat dibutuhkan.

3.       Sulit membuat seluruh anggota penalaran itu sepenuhnya menulis.

 

5.      Qowiyul Amin (2015-2016)

Visi Qowiyul Amin adalah menjalankan sesuai visi penalaran dengan kekeluargaan  dan kekompakan. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.      Menjalin hubungan organisasi serupa dengan organisasi luar (MITI-KM)

2.      Pelaksanaan FORKAPENA untuk pertama kalinya

Tantangan yang dihadapi pada masa ini adalah bagaimana caranya semua keluarga penalaran tetap solid, tidak hanya pengurus saja tetapi juga semua anggota maupun alumni. Kemudian bagaimana menggerakkan seluruh keluarga penalaran di setiap event yang ada

 

6.      Jainuril Effendi (2016-2017)

Visi Jainuril Effendi adalah Menjadikan UKM-FP Penalaran sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan ilmiah yang menyenangkan dan berlandaskan kekeluargaan". Pencapaian yang telah tercapai dibawah kepemimpinannya adalah:

1.      Membawa UKM-FP Penalaran untuk bekerjasama dengan wadah organisasi keilmiahan tingkat nasional

2.      Menjadi tuan rumah program kerja mitra "Youth Summit 2017".

3.      Penalaran sebagai UKM tingkat Fakultas, aktif dan berkontribusi dalam kegiatan ilmiah yang bersifat nasional, terlibat dan bersaing dengan UKM sejenis dari berbagai kampus lain di Jawa Timur.

Tantangan yang dihadapi pada masa ini adalah:

1.       Anggotanya banyak tetapi dengan seiring berjalannya waktu banyak anggota yang pasif.

2.      Adakemungkinan ukm terkesan membosankan karena sudah lelah belajar dan menyelesaikan tugas kuliah dan kemudian di penalaran harus belajar akademik lagi

3.      Kesulitan menyatukan waktu rapat karena terbentur jam kuliah dan praktikum yang berbeda-beda

 

7.      Muhammad Latiful Fuad (2017-2018)

Visi Muhammad Latiful Fuad adalah “Mengembangkan dan memperbaiki kekeluargaan di organisasi”. Pencapaian yang tercapai pada masa kepemimpinannya adalah OABP di luar kampus. Kendala pada masa ini tidak ada dan dia berpesan “Buat acara yang besar, karena acara besar benar-benar memberikan pengalaman yang lebih kepada panitia”.

 

8.      Dzikrul Muttaqin Ubaidillah (2018-2019)

Visi Dzikrul Muttaqin Ubaidillah adalah “Membangun kembali esensi UKM-FP Penalaran sebagai organisasi kepenulisan”. Hadirnya visi tersebut merupakan respon dari kenyataan yang cukup pahit, yakni semakin menurunnya kontribusi UKM-FP Penalaran di perlombaan karya tulis baik regional, nasional maupun internasional. Pencapaian yang telah tercapai pada masa kepemimpinannya adalah:

1.      Berusaha mengembalikan UKM-FP Penalaran pada masa keemasannya yang penuh prestasi dengan tanggungjawab bersama

2.      Meningkatkan kualitas kepenulisan anggota melalui program-program kerja yang berorientasi pada kemampuan menulis.

3.      Meningkatkan intensitas keikutsertaan UKM-FP Penalaran dalam ajang perlombaan.

Tantangan yang dihadapi pada masa kepemimpinannya adalah kurangya kesamaan motivasi ataupun visi yang dimiliki oleh setiap anggota. Meskipun demikian pada periode tersebut semuanya telah berusaha memberika yang terbaik. Bahkan di akhir periode nampak jelas harmonisasi seluruh anggota UKM-FP Penalaran (baik anggota maupun pengurus).

 

Share:

recent posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Pengikut

Pengunjung

Cari Blog Ini

  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya

Follow by Email

Translate

Download