Pemanfaatan Limbah Kacang Tanah Sebagai Bahan Bakar Kendaraan Ramah Lingkungan

PEMANFAATAN LIMBAH KACANG TANAH SEBAGAI BAHAN BAKAR KENDARAAN RAMAH LINGKUNGAN
Kacang tanah (Arachis hypogea) termasuk jenis polong-polongan yang tumbuh di lahan kering dengan sistem tumpang sari dengan jagung maupun secara monokultur. Kacang tanah menjadi sumber daya lokal Madura yang sangat diminati oleh masyarakat setempat. Keberadaan kacang tanah yang tersebar luas di pulau Madura memungkinkan pulau Madura menjadi produsen terbesar di Indonesia. Tanah Madura yang subur membuat kacang tanah dapat hidup banyak dan berkualitas. Oleh karena itu, sebagian masyarakat Madura menjadikan kacang tanah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Banyak sekali kandungan yang terdapat pada kacang tanah diantaranya lemak, protein, vitamin E, selulosa, lignin, dan lainnya. Vitamin E yang terdapat pada kacang tanah dapat menjadi antioksidan serta berguna bagi efek sirkulasi, jantung, pembuluh darah, dan kesehatan kulit. Kandungan protein pada kacang tanah lebih tinggi dari daging, telur, dan kacang soya. Selain itu kacang tanah juga memiliki selulosa yang tinggi dan kaya juga dengan lemak. Kacang tanah bermanfaat sebagai penurun tekanan darah tinggi dan kandungan kolestrol dalam darah. Akan tetapi, kacang tanah tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara dan yang mempunyai penyakit jerawat.
Pulau Madura yang menjadi produsen terbesar untuk kacang tanah menjadikan kacang tanah sebagai bahan pokok. Sebagian desa di Madura menjadikan kacang tanah sebagai pengganti padi. Hal tersebut terjadi karena karbohidrat kacang serta protein kacang juga tinggi. Selain dimakan sendiri kacang tanah di Madura dijual ke Pulau Jawa dan bagian Indonesia lainnya.
Sejauh ini pemanfaatan kacang tanah (Arachis hypogea) masih terbatas pada pemanfaatan bijinya saja. Didalam suatu industri makanan yang memerlukan kacang tanah sebagai bahan dasar pembuatannya, membuat limbah kulit kacang tanah masih banyak terbuang. Padahal tidak menutup kemungkinan bahwa di dalam kulit kacang terdapat kandungan yang sangat penting. Pemanfaatan kulit kacang tanah tidak menutup kemungkinan akan setara dengan bijinya. Kulit kacang tanah jika kita olah dengan baik akan bernilai ekonomis dan akan diakui oleh negara.
Sebelumnya kita harus mengetahui kandungan yang terdapat pada kulit kacang tanah. Kulit kacang tanah kaya akan selulosa yang lebih tinggi dari limbah tanaman diantaranya, bonggol jagung, serbuk kayu, sengon, dan ampas tebu. Senyawa selulosa yang ada di dalam kulit kacang tanah mencapai 63,5 persen. Semakin banyak selulosa yang dihasilkan maka potensi untuk menjadikannya bioetanol sebagai bahan bakar ramah lingkungan semakin besar. Selulosa yang tinggi dapat menjadikan bahan bakar ramah lingkungan dengan jumlah yang tinggi. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terbuangnya limbah kulit kacang tanah dan pencemaran lingkungan karena limbah kulit kacang tanah. Selain itu, dapat meningkatkan pendapatan karena bernilai ekonomis. Pemanfaatan limbah kulit kacang tanah dapat menggantikan bahan bakar yang tidak terbarukan. Dengan adanya inovasi seperti ini, kita dapat diuntungkan dengan hasil bahan bakar ramah lingkungan / bioetanol. Selain itu, bioetanol juga dapat digunakan terus menerus tanpa takut habis karena bahannya dari alam.
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, keamanan energi di Indonesia berada diambang batas dan akan menghadapi krisis energi dalam waktu singkat. Biofuel seperti bioethanol dan biodiesel sangat menjanjikan terkait keberlanjutan karena mereka dapat diproduksi dari bahan alam atau tanaman. Dapat kita lihat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang paling kaya akan sumber keanekaragaman hayatinya dan didukung dengan iklim yang sangat baik untuk menumbuhkan berbagai tanaman termasuk tanaman yang dapat menghasilkan energi alternatif. Akan tetapi, pemerintah harus membuat kebijakan yang andal karena produksi dan implementasi biofuel tidak hanya mempengaruhi ketersediaan energi tetapi juga keseimbangan sosial-ekonomi dan lingkungan. Jika tidak dijaga dengan baik, maka akan terjadi deforestasi dan kerusakan sumber daya alam yang digunakan sebagi bahan bakar ramah lingkungan.
Pada tahun 2018, penggunaan bensin dan minyak diesel mencapai lebih dari 80 kuadriliun Btu dari total konsumsi energi sekitar 115 kuadriliun Btu. Selain itu, ada masalah lagi yaitu ketersediaan dan distribusi yang tidak merata dan emisinya sangat tinggi apabila diaplikasikan pada kendaraan lama. Jika kita mengganti kendaraan lama dengan kendaraan baru karena emisinya lebih rendah itu juga tidak mungkin bagi pemerintah. Jadi mau tidak mau kita harus membuat inovasi baru dari bahan alam dan lokal. Kita lihat dari kandungan kulit kacang tanah mengandung banyak selulosa yang sangat berguna untuk bahan bakar bioethanol.
Kulit kacang tanah yang akan dibuat bioetanol harus digiling terlebih dahulu. Kulit kacang tanah tersebut digiling sampai menjadi tepung. Dalam proses tersebut dilakukan proses pendahuluan yaitu pretreatment dan hidrolisis. Proses tersebut merupakan tahapan yang paling penting untuk mempengaruhi perolehan yield etanol. Proses pretreatment dilakukan untuk mengkondisikan bahan–bahan lignoselulosa baik dari segi struktur dan ukuran.
Pada produksi bioetanol dari bahan lignoselulosa yang digunakan adalah selulosanya sehingga lignin harus dihilangkan. Senyawa pengikat berupa lignin menyebabkan bahan-bahan lignoselulosa sulit dihidrolisa. Lignin sangat kuat melindungi selulosa dan juga dapat menghambat pertumbuhan mikroba dalam proses fermentasi. Proses penghilangan lignin dari serat-serat selulosa disebut delignifikasi atau pulping. Delignifikasi yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi rendah agar mempercepat reaksi hidrolisis.
Hidrolisis merupakan proses pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana. Pada proses hidrolisis, selulosa diubah menjadi sukrosa dan selanjutnya menjadi gula-gula sederhana seperti glukosa. Hidrolisis dibagi menjadi 2 yaitu hidrolisis asam dan hidrolisis enzimatik. Dalam kasus ini, kita menggunakan hidrolisis enzimatik. Hidrolisis selulosa secara enzimatik memberi yield etanol sedikit lebih tinggi dari metode hidrolisis asam. Hidrolisis asam merupakan metode yang sederhana dan memerlukan waktu yang singkat. Akan tetapi, asam yang tinggi contohnya HCl dan H2SO4 akan membuat korosif pada lingkungan dan alat yang digunakan. Selain itu, juga membutuhkan energi yang tinggi dalam prosesnya.
Meminimalisir hal tersebut terjadi kita menggunakan hidrolisis enzimatik untuk menghidrolisis glukosa. Pembuatan bioetanol yang menggunakan hidrolisis enzimatik tidak membuat limbah merusak lingkungan dan tidak membutuhkan suhu tinggi dalam perlakuannya. Selanjutnya adalah proses fermentasi. Fermentasi adalah proses perubahan dari glukosa menjadi etanol. Penguraian dari kompleks menjadi sederhana dengan bantuan mikroorganisme sehingga menjadi energi. Mikroorganisme yang digunakan adalah khamir atau jamur.
Bioetanol adalah suatu cairan biokimia pada proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat yang menggunakan bantuan mikroorganisme. Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan). Dengan proses tadi kita dapat mengubah kulit kacang tanah menjadi bioetanol yang dapat menjadi bahan bakar ramah lingkungan dan dapat mengurangi limbah kulit kacang tanah di lingkungan setempat.
Menurut Stephanus mahasiswa UGM, dalam 10 gram kulit kacang kering mampu menghasilkan 4 ml bioetanol. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika, rata-rata produksi kacang tanah kurang lebih 700 ribu ton setiap tahunnya. Jika bobot kulit kacang kering sebesar 12-13 persen dari massa total kacang, maka ada sekitar 90 ribu ton kulit kacang yang dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol dan menghasilkan sekitar 36 juta liter bioetanol setiap tahunnya.
Dihasilkan nya 36 juta liter setiap tahunnya diharapkan dapat membantu ketergantungan masyarakat dengan bahan bakar yang tidak terbarukan. Energi yang dapat diperbarui seperti bioetanol ini dapat digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif akan membuat kendaraan tersebut tidak cepat rusak dan polusinya tidak berbahaya karena ramah lingkungan.
Untuk menghindari pencemaran lingkungan dari limbah kulit kacang tanah, kita sebagai mahasiswa bisa membuat bioetanol sebagai terobosan terbaru. Produk tersebut dapat menggantikan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan menjadi bahan bakar yang terbarukan dan ramah lingkungan. Output yang dapat kita ambil adalah limbah kacang tanah tidak berserakan lagi dan sudah dimanfaatkan dengan optimal serta dapat menggantikan bahan bakar yang tidak terbarukan menjadi terbarukan dan ramah lingkungan.
Share:

Susu Jagung Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Jagung Madura


SUSU JAGUNG
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH
KOMODITAS JAGUNG MADURA

Tanaman jagung atau dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Zea mays merupakan salah satu bahan makanan alternatif pengganti beras yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Menurut Kementan pada tahun 2018, Indonesia mampu mengekspor jagung sebanyak 380 ribu ton dan menekan impor sebesar 3,3 juta ton. Hal ini merupakan bukti bahwa produksi jagung di Indonesia sangat strategis dan mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Salah satu sentra produksi jagung di Indonesia adalah provinsi Jawa Timur khususnya daerah Madura yang memiliki komoditas unggulan, dahulu makanan pokok masyarakat Madura adalah jagung. Seiring perkembangan zaman kini tanaman jagung menjadi ladang bisnis di beberapa kalangan pengusaha, yaitu dengan mengolah komoditas jagung menjadi beberapa produk, untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Dengan segala potensi dari komoditas jagung ini dan dengan didukungnya perkembangan di sektor agroindustri maka banyak sekali kita jumpai produk unggulan dari berbagai komoditas salah satunya adalah olahan dari komoditas jagung.
Nilai tambah merupakan perubahan harga yang terjadi dalam suatu komoditas  dalam setiap lembaga yang ada didalamnya. Susu jagung mempunyai nilai tambah  tersendiri dimana aspek tersebut dapat dilihat dari beberapa segi, seperti fisik, ekonomi, dan sosial. Mengapa susu jagung kami anggap memiliki peluang yang cukup besar sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas jagung? Karena kebutuhan masyarakat akan susu masih cukup besar, pangsa pasarnya pun sangat luas dan beragam. Susu jagung dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, baik anak-anak hingga orang dewasa dan dari kalangan menengah kebawah hingga masyarakat yang berpenghasilan tinggi.
Susu jagung diperoleh dengan cara penggilingan biji jagung yang telah direbus dalam air dari hasil penggilingannya kemudian disaring untuk memperoleh filtrat yang kemudian dipasteurisasi dan diberi flavor untuk meningkatkan rasanya. Kandungan karbohidrat dari susu jagung dipengaruhi oleh varietas jagung itu sendiri, selain itu juga dipengaruhi oleh jumlah air yang ditambahkan, waktu penyimpanan, kehalusan gilingan, dan perlakuan panas produk. Susu jagung memiliki keunggulan yaitu bahan baku yang mudah di dapat dengan harga yang relatif rendah, susu jagung tidak berbau amis seperti susu sapi pada umumnya dan kandungan serat dalam susu jagung juga sangat tinggi, sangat cocok untuk para konsumen yang ingin melakukan program diet.
Dalam pembuatan susu jagung memerlukan alat dan bahan sebagai berikut :
Alat yang digunakan :
1.      Blander
2.      Pisau
3.      Baskom
4.      Sendok pengaduk
5.      Kain saring
6.      Panci
7.      Kompor
8.      Botol kemasan
Bahan yang diperkukan dalam pembuatan susu jagung adalah :
1.      Jagung manis muda yang telah dipipil dan direbus ( 1 kg)
2.      Gula pasir (400 gram)
3.      Air (3,5 liter)
4.      Flavor
5.      Natrium benzonat (0,03 gram)

Cara pembuatan susu jagung :
1.      Pilih jagung muda yang berkualitas baik.
2.      Bersihkan jagung dari kulit dan rambutnya, rebus dan pipil
3.      Timbang jumlah jagung yang ingin di olah, dengan resep perkilo seperti diatas.
4.      Blander jagung pipilan, tambahkan air dan saring menggunakan kain saring
5.      Air saringan jagung tambahkan dengan gula, dan flavor, dan kemudian aduk hingga gula tidak ada yang berbentuk butiran
6.      Kemas dengan botol kemasan, dalam keadaan panas dan tutup segera.
7.      Pasang label serta keterangan produk
8.      Simpanlah pada suhu dingin

Secara ekonomi pembuatan susu jagung sangat mampu meningkatkan nilai tambah dari komoditas jagung, sebab pada era ini banyak dijumpai minuman- minuman yang digemari hanya berdasarkan kemenarikan kemasan. Pada dewasa ini pembelian minuman kemasan bukan hanya untuk memuaskan lidah konsumen saja melainkan menjadi kebutuhan dunia maya bagi konsumen. Untuk menarik minat konsumen penjual hanya menambahkan sedikit kata-kata, baik kata motivasi, kata-kata cinta, dan kata-kata persahabatan saja, yang akan menjadikan para konsumen merasa puas dalam membeli produk susu jagung, dan tentunya produk susu jagung tidak kalah dengan minuman coklat dan kopi yang terkenal di era ini. Melihat banyaknya peluang bisnis susu jagung di Madura yang nantinya akan menguntungkan bagi produsen sebab belum banyak produk yang serupa yang di jumpai di Madura, sehingga dari usaha susu jagung tersebut akan membantu meningkatkan nilai tambah komoditas jagung di pulau Madura.
Share:

Usaha Apa yang Cocok Dilakukan Semasa Pandemi Corona ini?

Usaha Apa yang Cocok Dilakukan Semasa Pandemi Corona ini?
           
Ditengah pandemi ini, banyak perusahaan, ukm, dan usaha-usaha lainnya dibuat susah karena bahan produksi yang langka, permintaan konsumen sepi, dan lain-lain, terutama pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar atau disingkat PSBB. Hampir semua pekerja merasakan pahitnya kehidupan setelah perusahaannya tidak mampu memberikan upah untuk mereka, sehingga terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Keadaan seperti ini tidak mampu dicegah oleh siapapun pekerja, melihat sebab-sebab mereka di PHK sangat rasional. Hal tersebut banyak dirasakan oleh penduduk yang tinggal di daerah industri, sebab banyak dari mereka yang menjadi buruh pabrik.
Semua orang dibuat susah akibat pandemi Korona ini, terutama para pengusaha dan karyawan pabrik. Mereka membutuhkan supplay untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari, sehingga diperlukan strategi agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi ini. Strategi yang dapat dilakukan oleh kebanyakan orang ialah dengan berbisnis online. Hal tersebut dikemukakan oleh pengusaha seperti pedagang online, yang menyatakan bahwa saat penerapan PSBB, mereka beralih berjualan secara offline ke online. Jika para pedagang banyak yang  beralih berjualan secara online, lantas bisakah para pengusaha yang gulung tikar dan mantan buruh pabrik meniru usaha yang dilakukan oleh kebanyakan pedagang tersebut?, jawabannya sangatlah bisa. Lantas apa saja yang mereka perlukan dalam berjualan online? Dan jualan apakah yang sekiranya mudah dilakukan?.
Berjualan terkadang laris terkadang tidak. Dalam berjualan juga memerlukan strategi supaya target penjualan tepat sasaran. Suatu usaha mempunyai  kunci utama menuju kesuksesan, yaitu usaha itu  mampu bertahan, tanpa kalah dari kompetitornya. Banyak cerita dari pengusaha-pengusaha sukses, yang usahanya terus bertahan, walaupun terkadang tidak berjalan mulus. Itulah mengapa kunci sebuah kesuksesan ialah dengan bertahan.
Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan mengulas kembali bisnis, kenali customer base dan kebutuhannya, permudah proses bisnis, klasifikasikan produk yang mudah dijual, digitalisasi produk usaha, perdalam stok barang, dan beri insentif kepada karyawan yang mampu memberikan performa baik dalam keadaan sulit seperti saat ini. Untuk kunjungan fisik, budaya melakukan transaksi non-tunai dengan menggunakan debit atau digital payment. Di tengah keadaan seperti ini, penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dengan memposisikan diri sebagai bisnis yang memerhatikan konsumen dan seluruh stakeholder terkait higienitas. Lindungi para karyawan dan konsumen dengan penggunaan masker, hand sanitizer, dan pentingnya untuk terus edukasi seputar kebersihan di lingkungan.
Bisnis online saat ini merupakan pilihan utama, disamping penerapan PSBB, yang tidak membolehkan adanya kerumunan masyarakat. Penjualannya pun mudah, tidak memerlukan lapak yang besar, karena barang dagangan bisa disimpan dirumah, diambil dari retailer, atau diambil langsung dari pembuat. Bisnis yang cocok saat PSBB ini adalah dengan menjual makanan. Bisnis makanan dipilih karena tidak memerlukan lahan yang luas, tetapi juga mengingat saat ini adalah bulan Ramadhan, sehingga permintaan terhadap makanan semakin meningkat. Dengan usaha makanan ini juga dapat dilakukan dengan cara yang mudah, dan hasilnya membanggakan.
Adanya pandemi COVID-19, owner dapat bekerja sama dengan ojek online untuk mengantar makanan pesanan konsumen. Karena untuk saat ini, masyarakat Indonesia lebih banyak yang memilih memesan makanan melalui ojek online (ojol) yang memang makin ramai belakangan ini karena bulan Ramadhan. Dengan memesan makanan melalui ojek online, maka akan memudahkan konsumen untuk mendapatkan makanan yang mereka inginkan tanpa susah paya keluar rumah. Selain itu, kita juga bisa mencegah tertularnya pandemi COVID-19 karna tidak keluar dari rumah. Benarkah memesan makanan lewat ojol lebih jadi pilihan? Grab yang mempunyai jasa pesan antar makanan GrabFood, secara tersirat mengakui permintaan dari konsumen tetap tinggi. Sementara itu perusahaan super app Grab, juga memiliki berbagai inisiatif guna mendukung upaya mitra merchant melawan pandemi COVID-19, yakni dengan menerapkan standar keamanan terpadu untuk layanan pesan-antar makanan, mulai pekan ini.
Adapun standar yang dimaksud antara lain menyematkan Kartu Keterangan Pengiriman Grab Food yang berisi catatan tanggal, waktu, nama dan suhu tubuh karyawan yang menyiapkan makanan dan pemeriksaan suhu tubuh pelanggan, karyawan serta mitra pengantaran secara rutin. Jika salah satu mitra pengantaran menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi, demam, pilek, atau batuk, mitra merchant dapat melaporkan kepada tim layanan pelanggan Grab dan meminta mitra pengantaran lain untuk menggantikan. Selain itu, mitra merchant juga diminta untuk menerapkan jaga jarak setidaknya 2 meter pada saat terjadi antrean.
Share:

Peluang Dan Tantangan Bagi Buruh Tani Komoditas Padi Di Tengah Pandemi COVID-19 Indonesia


PELUANG DAN TANTANGAN BAGI BURUH TANI KOMODITAS PADI DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA
            Pandemi Covid-19 adalah menyebarnya virus covid-19 secara global termasuk Indonesia, update persebaran corona di Indonesia pada 11 April 2020 sudah ada 34 provinsi kasus positif corona di Indonesia, diberlakukannya kebijakan social distancing sebagaimana disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada Minggu, 15 April 2020 “ kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ibadah dari rumah perlu terus digencarkan untuk mengurangi penyebaran covid-19, kebijakan tersebut tentunya berpengaruh terhadap beberapa sektor kehidupan di Indonesia, salah satunya adalah sektor pertanian. Indonesia yang merupakan Negara agraris dimana sebagian besar penduduknya adalah petani, ditengah pandemi covid-19 mendapat pengaruh yang cukup besar, baik berupa peluang ataupun tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha tani di Indonesia. Salah satu komoditas pertanian yang mendapatkan pengaruh yang cukup besar di tengan mewabahnya covid-19 adalah komoditas padi.
            Komoditas padi merupakan komoditas pokok dalam pertanian di Indonesia, karena mayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai bahan pangan mereka. Hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi petani padi, pelaku usahatani dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia terhadap beras di tengah pandemi covid-19 dan bagaimana agar mata rantai usahatani atau bisnis di sektor pertanian tetap berjalan sebagaimana mestinya.
            Berbeda dengan sektor lain, di tengah pandemi covid-19 yang mengalami beberapa kendala, sektor pertanian justru menjadi sektor andalan untuk membantu Indonesia dalam kondisi darurat.  Ditengah situasi yang seperti ini jaminan akses pangan untuk masyarakat harus tetap berjalan karena berkaitan dengan kebutuhan dasar dari masayarakat. Oleh karena itu produktivitas dari komoditas padi harus tetap ditingkatkan dan pendistribusiannya juga harus tetap berjalan. Petani sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan untuk masyarakat di tengah pandemik covid-19 harus tetap bekerja, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi petani di Indonesia untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan melakukan social distancing pada saat bercocok tanam di area pertanian, untuk mencegah terinfeksi covid-19 sehingga tetap dapat bekerja. Untuk meningkatkan produktivitas padi di tengah pandemi covid-19 perlu adanya peran pemerintah. “ kita harus bantu para petani, para pekerja harian, buruh, nelayan, dan pelaku UMKM agar daya belinya tetap terjaga serta terus beraktivitas dan berproduksi ,” ujar Jokowi dalam keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Istana Merdeka.     
            Mewabahnya Covid-19 selain menjadi peluang untuk petani padi dan pelaku usaha tani juga menjadi tantangan bagi mereka untuk tetap mejamin ketersediaan bahan kebutuhan pangan beras masyarakat. Ketika  beberapa bidang pekerjaan lain harus bekerja dari rumah saat pandemik Covid-19, para petani dan pelaku usaha tani harus tetap bekerja di lapangan. Mereka juga megalami hambatan ketika akan memanen atau mendistribusiakan hasil panen dikarenakan adanya pembatasan-pembatasan yang diberlakukuan oleh pemerintah akibat adanya pandemik Covid-19.
            Untuk meminimalisir hambatan dalam penyediaan beras untuk masyarakat di tengah pandemik Covid-19, perlu kiranya kebijakan yang lebih spesifik dari pemerintah terkait peningkatan produktivitas dan pendistribusian padi kepada setiap daerah di Indonesia. Misalnya dengan adanya bantuan kesehatan berupa masker, handsanitizer dan sebagainya agar kesehatan para buruh tani tetap terjamin ketika bekerja di luar rumah, atau dengan adanya penyuluhan tentang bagaimana meningkatkan produktivitas padi sekaligus materi pencegahan penyebaran Covid-19.
            Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pandemi Covid-19 turut memberikan pengaruh terhadap pertanian khususnya komoditas padi sebagai komoditas pangan pokok masyarakat Indonesia. Ada peluang dan juga tantangan baik bagi petani padi, pelaku usahatani dan pemerintah. Di tengah pandemi Covid-19 sektor pertanian terus ditingkatkan baik produktivitasnya ataupun pendistribusian kepada masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka. Oleh karena itu perlu adanya tindakan dari semua lembaga yang terlibat dalam pertanian khususnya pada komoditas padi agar kebutuhan pangan masyarakat terhadap beras dapat terpenuhi.
Share:

recent posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Pengikut

Pengunjung

Cari Blog Ini

  • ()
  • ()
Tampilkan selengkapnya

Follow by Email

Translate

Download